2.500 Nelayan Indramayu Dapat Asuransi

Petikhasil.id, INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan anggaran sebanyak Rp504 juta untuk memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada 2.500 nelayan di daerah tersebut.

Jumlah nelayan yang dilindungi tersebut tercatat masih jauh dari total nelayan di Indramayu yang mencapai 42.514 orang. Setiap nelayan peserta menerima jaminan perlindungan dengan premi Rp16.800 per bulan atau total Rp201.600 per orang per tahun.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyebut program ini sebagai bentuk kehadiran nyata pemerintah di tengah masyarakat pesisir. 

Dia menegaskan, perlindungan sosial bagi nelayan bukan hanya sebatas bantuan formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan ekonomi daerah terhadap para pelaku utama sektor kelautan.

“Ini bukti nyata perhatian pemerintah kepada nelayan agar mereka terlindungi dan lebih tenang bekerja. Dengan begitu, kesejahteraan nelayan akan terus meningkat,” ujar Lucky, Jumat (7/11/2025).

Menurut Lucky, kebijakan ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap kerja keras dan keberanian para nelayan yang menjadi penopang rantai ekonomi Indramayu.

Dia menjelaskan, skema asuransi tersebut mencakup perlindungan atas risiko kecelakaan saat melaut maupun di darat. Program ini juga memberikan santunan bagi ahli waris jika nelayan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

“Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi sosial untuk keberlangsungan ekonomi pesisir. Kami ingin memastikan setiap nelayan memiliki jaminan perlindungan yang layak ketika mereka bekerja,” katanya.

Namun, di balik langkah positif ini, terdapat catatan kritis yang perlu diperhatikan. Pasalnya, masih lebih dari 90 persen nelayan yang belum mendapatkan perlindungan asuransi kerja. 

Artinya, mayoritas nelayan masih beraktivitas tanpa jaminan sosial di tengah risiko tinggi kecelakaan laut dan cuaca ekstrem yang kian tak menentu.

Asep, nelayan asal Kecamatan Kandanghaur, menyebut program ini memberi ketenangan bagi dirinya dan keluarga. 

Berita Lainya: PAD Perikanan Cirebon Diproyeksikan Tembus Rp1,2 Triliun | KKP Bakal Perketat Sistem Penangkapan Ikan

“Kami ini tiap hari berhadapan dengan ombak dan cuaca yang tidak bisa ditebak. Dengan adanya asuransi dari pemerintah, hati jadi lebih tenang,” ujarnya.

Sementara itu, Wanita, nelayan asal Kecamatan Karangampel, mengungkapkan bahwa kebijakan ini menghadirkan rasa aman yang selama ini tidak pernah mereka rasakan. 

“Biasanya kalau ada musibah, kami bingung harus minta tolong ke siapa. Tapi sekarang, dengan asuransi ini, kami merasa lebih diperhatikan,” ujarnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *