Sektor Peternakan Diprediksi Menguat di Paruh Kedua 2025

Petikhasil.id, JAKARTA – Sektor peternakan diprediksi menguat di paruh kedua 2025 berkat program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang meningkatkan permintaan ayam broiler. Analis merekomendasikan beli saham CPIN dan JPFA.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi menerangkan, program MBG yang akan dilanjutkan pada September 2025 berpotensi menyerap tambahan 3,4–5,0% dari produksi bulanan ayam broiler.

Hal itu didasarkan pada asumsi terdapat sebanyak 7.558 SPPG dengan 3.000 penerima per SPPG, dan permintaan 100–150 gram ayam per porsi setiap pekannya.

“Pemerintah menargetkan program ini dapat dijalankan sepenuhnya pada November 2025, yang berpotensi meningkatkan penyerapan hingga tiga kali lipat,” kata analis dalam risetnya, dikutip Sabtu (13/9/2025).

Adapun, Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk program MBG senilai Rp335 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026. 

Anggaran bernilai jumbo ini ditargetkan dapat menjangkau 82,9 juta peserta, baik siswa, para siswa, ibu hamil/menyusui, dan balita. Anggaran tersebut melonjak dibandingkan alokasi 2025 senilai Rp171 triliun.

Dengan begitu, para analis memprediksi bahwa lonjakan margin berpotensi terjadi pada kuartal III/2025 karena kenaikan tajam harga broiler. Kenaikan harga broiler terutama disebabkan oleh pasokan yang lebih rendah akibat impor grand parent stock tahun lalu yang melemah, belanja pemerintah yang lebih tinggi, hingga peningkatan implementasi program MBG.

Kendati harga jagung rata-rata masih tinggi, kenaikan harga broiler dinilai mampu menutupi kenaikan biaya bahan baku pakan.

“Terlepas dari musim panen yang akan datang, kami mencatat bahwa pemerintah cukup ketat dalam mengatur harga jagung lokal, yang dapat membatasi keuntungan dari meningkatnya pasokan,” katanya.

Dari katalis ini, para analis BRI Danareksa Sekuritas menyematkan rekomendasi overweight bagi saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN). Menurut para analis, tekanan margin dari CPIN telah terlewati dan kini CPIN memiliki lingkungan pasokan permintaan yang lebih seimbang.

Baca Lainya: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Dorong Garut Jadi Penggerak Swasembada Jagung | Penuhi Kebutuhan Nasional, Keran Impor Jagung Ditutup pada 2025

Para analis merekomendasikan buy saham CPIN dengan target harga Rp6.400 per lembar. Adapun risiko terhadap sektor unggas di antaranya pelemahan daya beli masyarakat yang lebih dalam dan gangguan pasokan bahan baku.

Sementara itu, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) memprediksi bahwa MBG juga bakal memberikan sentimen positif bagi kinerja perseroan. Melalui program ini, Japfa berpotensi mendapatkan sengatan dari penyediaan bahan baku bagi program itu.

Direktur Japfa Rachmat Indrajaya menerangkan, sejak program ini berjalan pada 6 Januari 2025, Japfa telah melakukan pemenuhan supply terhadap bahan baku MBG di sejumlah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Tentunya MBG ini akan berdampak baik bagi perusahaan seperti kami. Dengan adanya MBG ini, jelas sekali dampak positif bagi Japfa sendiri,” katanya saat ditemui dalam acara paparan publik Japfa, Rabu (3/9/2025).

Terhadap Japfa, para analis merekomendasikan buy dengan target harga Rp2.100 per lembar. 

“Dalam dua bulan terakhir, dana lokal menambah posisi signifikan di JPFA dan mengurangi bobot di CPIN, yang menurut kami mencerminkan kinerja laba kuartal II/2025,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *