Petikhasil.id, BANDUNG – Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang, terutama perempuan yang aktif dan produktif. Secangkir kopi di pagi hari bisa membantu fokus dan energi, tapi terlalu banyak kafein justru bisa memberikan efek sebaliknya.
Kelebihan konsumsi kafein dapat berdampak pada kesehatan fisik dan emosional, seperti jantung berdebar, insomnia, nyeri perut, kelelahan, perubahan mood, ketergantungan, dan masalah kesehatan lainnya pada wanita.
1. Jantung Berdebar dan Gelisah Tanpa Alasan
Jika setelah beberapa cangkir kopi Anda merasa jantung berdetak cepat atau muncul rasa cemas tanpa sebab, itu bisa jadi tanda tubuh sudah kelebihan kafein. Kafein menstimulasi sistem saraf pusat, dan pada dosis tinggi dapat memicu rasa gelisah, tremor, bahkan gangguan tidur. Menurut Healthline, konsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari (sekitar 4–5 cangkir kopi) sudah dianggap berlebihan.
2. Gangguan Tidur atau Insomnia
Kafein dapat bertahan dalam tubuh hingga 6–8 jam setelah diminum. Jika Anda masih minum kopi sore atau malam, besar kemungkinan tidurmu akan terganggu. Kekurangan tidur yang berulang bisa memengaruhi hormon stres dan bahkan siklus menstruasi pada wanita.
3. Nyeri Perut atau Masalah Pencernaan
Kopi bersifat asam dan dapat merangsang produksi asam lambung. Bagi beberapa wanita, terutama yang memiliki maag atau GERD, kebiasaan minum kopi berlebihan dapat menyebabkan nyeri perut, mual, atau rasa panas di dada (heartburn). Solusinya, cobalah mengganti kopi hitam pekat dengan versi latte rendah kafein atau decaf coffee.
4. Tubuh Mudah Lelah
Efek kafein memang bisa membuat tubuh terasa berenergi, tapi begitu efeknya hilang, banyak orang justru mengalami energy crash seperti tiba-tiba merasa lemas, sulit fokus, dan cepat lelah.
Hal ini terjadi karena kafein menekan rasa kantuk sementara, tanpa benar-benar menambah energi alami tubuh.
5. Perubahan Mood dan Kecemasan
Penelitian Women’s Health menyebutkan bahwa konsumsi kafein berlebihan dapat memperburuk mood swings dan kecemasan, terutama pada wanita yang sedang mengalami PMS atau fase luteal dalam siklus menstruasi. Jika Anda merasa lebih sensitif, mudah tersinggung, atau overthinking setelah minum kopi, bisa jadi tubuh sedang meminta jeda dari kafein.
6. Ketergantungan Kafein
Salah satu tanda paling jelas dari konsumsi berlebih adalah tubuh merasa tidak bisa berfungsi tanpa kopi. Gejala seperti sakit kepala, mudah marah, dan sulit fokus ketika belum minum kopi di pagi hari menunjukkan adanya ketergantungan ringan. Untuk mengatasinya, coba kurangi asupan secara bertahap, bukan langsung berhenti total.
7. Masalah Kehamilan, Kesuburan, dan Menyusui
Wanita yang sedang hamil, mencoba untuk hamil, atau menyusui harus berhati-hati dengan kopi. Kafein melewati plasenta dan dapat memengaruhi perkembangan atau pola tidur bayi. Asupan yang berlebihan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran atau berat lahir rendah.
8. Kekurangan Zat Besi dan Tulang Lemah
Kopi bisa menghambat penyerapan zat besi dan kalsium. Bagi wanita hamil, vegetarian, atau yang mudah terkena anemia, hal ini bisa menyebabkan lelah, pusing, kuku rapuh, kulit pucat, dan memperburuk kekurangan zat besi. Kafein juga bisa membuat tubuh kehilangan sedikit kalsium lewat urin, yang lama-kelamaan dapat melemahkan tulang terutama pada wanita menjelang menopause.
Menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA), batas aman konsumsi kafein adalah sekitar 400 mg per hari atau setara dengan empat cangkir kopi seduh. Namun sensitivitas tiap orang berbeda. Wanita hamil, menyusui, atau yang memiliki gangguan kecemasan sebaiknya membatasi hingga 200 mg per hari saja.






