Petikhasil.id, BANDUNG — Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat Indonesia masih mengimpor 30–40% kebutuhan daging sapi nasional.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai kondisi ini menunjukkan Indonesia perlu meningkatkan populasi dan produktivitas sapi lokal dalam negeri agar semakin mandiri dalam penyediaan daging sapi dan produk turunan.
“Kita masih mengimpor 30–40% kebutuhan daging sapi nasional. Karena itu, peningkatan populasi dan produktivitas sapi lokal menjadi langkah penting,” kata Amran dalam keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (4/11/2025).
Menurut Amran, Indonesia perlu mendorong sektor peternakan, khususnya sapi potong, sebagai pondasi kemandirian pangan nasional.
Adapun, Kementan menyiapkan berbagai strategi untuk mewujudkan kemandirian pangan, antara lain optimalisasi reproduksi ternak, pendataan dan penandaan berbasis digital, penyediaan bibit unggul, pengembangan bank pakan, hingga penegakan aturan pemotongan betina produktif.
Berita Lainya: Majalengka Bangun Sentra Sapi Perah Baru untuk Dorong Produksi Susu Jawa Barat | Pemerintah Dorong Penggemukan Sapi Lokal untuk Tingkatkan Ketersediaan Ternak
Di sisi lain, Amran menyatakan pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) juga terus memperkuat pondasi pembangunan peternakan nasional dengan fokus pada peningkatan populasi, produktivitas, dan kesejahteraan peternak.
Senada, Ketua MPR RI Ahmad Muzani sekaligus Ketua Dewan Pembina APPSI Pusat juga menyoroti pentingnya pengembangan peternakan sapi perah.
Muzani menuturkan bahwa saat ini, produksi susu dalam negeri baru mampu memenuhi sekitar 22% kebutuhan nasional, di mana 60% produksinya disuplai dari Jawa Timur.
“Masih banyak daerah lain yang punya potensi besar namun belum tergarap,” kata Muzani.
Pasalnya, dia menjelaskan, peternakan sapi adalah bagian dari solusi untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan gizi, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.***






