Kenali 5 Penyakit Paling Umum pada Ikan Mas dan Cara Mengatasinya Sebelum Terlambat

Petikhasil.id, – Ikan mas memang terkenal tangguh dan mudah dibudidayakan. Namun di balik ketahanannya, ikan air tawar ini juga sangat rentan terhadap serangan penyakit, terutama bila kondisi air, pakan, dan kebersihan kolam tidak terjaga.

Bagi pembudidaya, satu serangan penyakit saja bisa berarti kerugian jutaan rupiah dalam waktu singkat.

Maka dari itu, penting bagi petani ikan untuk mengenali gejala awal penyakit ikan mas, memahami penyebabnya, dan mengetahui cara penanganan yang tepat.

Berikut ini laporan lengkap dari lapangan tentang 5 penyakit paling umum yang menyerang ikan mas, beserta langkah pencegahan dan pengobatan yang bisa dilakukan.


Baca lainnya: Saat Upwelling Datang Ribuan Ikan Mati, Tantangan Alam di Waduk Saguling


1. Bercak Merah (Aeromonas hydrophila)

Ini adalah penyakit paling sering menyerang ikan mas, terutama di kolam atau keramba dengan sirkulasi air yang buruk. Penyebab utamanya adalah bakteri Aeromonas hydrophila, yang berkembang cepat di air hangat dan kotor.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang berkembang pesat di air hangat dan kotor. Ikan yang terinfeksi umumnya menunjukkan luka merah di kulit dan sirip, serta penurunan nafsu makan.

Untuk penanganan, petani biasanya memisahkan ikan sakit ke kolam karantina dan merendamnya dalam larutan garam ikan selama 10–15 menit. Selain itu, antibiotik oksitetrasiklin sering digunakan dalam dosis aman untuk menghambat penyebaran bakteri.

2. Penyakit Insang (Bakteri & Parasit)

Penyakit insang atau gill disease bisa disebabkan oleh bakteri Flavobacterium columnare atau parasit seperti Dactylogyrus. Penyakit ini menyerang bagian insang dan mengganggu proses pernapasan ikan.

Ikan yang terinfeksi terlihat sering megap-megap di permukaan air, insang berubah warna menjadi merah gelap, dan bergerak lambat.

Pengobatan dilakukan dengan perendaman kalium permanganat (PK) 10 ppm selama 30 menit atau formalin 25 ppm selama satu jam. Setelahnya, air kolam perlu diganti setidaknya 50 persen untuk mencegah residu bahan kimia.

3. Parasit Trichodina (Penyakit Lendir)

Trichodina adalah parasit mikroskopis berbentuk cakram yang menempel di kulit, sirip, dan insang ikan mas. Biasanya muncul ketika ikan stres akibat perubahan suhu mendadak atau kualitas air menurun.

Parasit ini menyebabkan ikan tampak berlendir keabu-abuan dan sering menggosokkan tubuhnya ke dinding atau dasar kolam.

Petani biasanya mengatasinya dengan perendaman garam 3–5 gram/liter selama 15 menit atau formalin 25 ppm selama 30 menit. Setelah itu, kolam dikuras dan diisi air baru untuk memastikan parasit benar-benar hilang.


Baca lainnya: Ikan Mas dan Nila, Komoditas Emas dari Waduk Saguling yang Tak Pernah Sepi Permintaan


4. Jamur Saprolegnia (Kutu Air Putih)

Jamur Saprolegnia adalah musuh klasik pembudidaya ikan. Spora jamur ini mudah tumbuh di air dingin dan lembab, terutama jika ikan mengalami luka atau stres.

Penanganannya dilakukan dengan larutan malachite green 0,1 ppm atau garam ikan 5 gram/liter. Selain itu, kolam perlu dikeringkan dan disikat untuk mencegah spora jamur menempel.

5. Dropsy (Perut Kembung)

Penyakit dropsy biasanya menyerang ikan mas akibat infeksi bakteri internal (terutama Aeromonas dan Pseudomonas), atau gangguan pencernaan karena pakan busuk.

Gejalanya mudah dikenali: perut ikan membesar, sisik mengembang seperti duri landak, dan ikan tampak lemah di dasar kolam.

Penanganan dilakukan dengan pemberian antibiotik amoksisilin melalui pakan dan perendaman garam ringan. Namun, pencegahan jauh lebih efektif melalui pemberian pakan berkualitas dan pengelolaan air yang bersih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *