Petikhasil.id, — Bawang merah bukan hanya bumbu dapur wajib dalam berbagai masakan Indonesia. Sejak lama, umbi berlapis ini juga dipercaya memiliki khasiat kesehatan, mulai dari meredakan demam anak hingga mengusir masuk angin. Salah satu mitos yang cukup populer di masyarakat adalah kebiasaan menaruh bawang merah di kamar tidur untuk menangkal penyakit, terutama saat ada anggota keluarga yang sedang flu atau demam.
Pertanyaannya, benarkah bawang merah yang diletakkan di kamar bisa menyerap virus atau bakteri penyebab penyakit? Ataukah ini sekadar kepercayaan turun-temurun tanpa dasar ilmiah?
Asal-Usul Kepercayaan
Kepercayaan tentang bawang sebagai “penangkal penyakit” bukan hanya ditemukan di Indonesia. Di beberapa negara Eropa pada abad pertengahan, masyarakat meletakkan bawang yang sudah dibelah di sudut ruangan untuk mencegah penyebaran wabah. Saat itu, ilmu tentang virus dan bakteri belum berkembang, sehingga masyarakat mengandalkan pengalaman empiris dan tradisi.
Di Indonesia sendiri, praktik ini sering dikaitkan dengan pengobatan tradisional. Bawang merah yang diiris atau ditumbuk biasanya dicampur minyak lalu dioleskan ke tubuh anak yang demam. Selain itu, ada pula yang percaya bahwa bawang yang diletakkan di kamar bisa “menarik” penyakit keluar dari tubuh.
Kandungan Senyawa Aktif dalam Bawang Merah
Secara ilmiah, bawang merah memang mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa di antaranya adalah:
- Quercetin, antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.
- Senyawa sulfur, yang memberi aroma khas sekaligus memiliki sifat antimikroba.
- Vitamin C, yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bawang merah memiliki aktivitas antibakteri dan antiinflamasi dalam kondisi tertentu. Namun, penting dicatat bahwa efek tersebut biasanya diamati dalam bentuk ekstrak atau konsumsi langsung, bukan sekadar meletakkan bawang di ruangan terbuka.
Baca lainnya: Produksi Jagung Pipilan Januari–Maret 2026 Diperkirakan Tembus 4,94 Juta Ton
Apakah Bisa Menyerap Virus dan Bakteri?
Secara ilmiah, tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa bawang merah yang diletakkan di kamar dapat menyerap virus atau bakteri dari udara. Virus, termasuk virus flu, menyebar melalui droplet (percikan cairan) saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara. Droplet tersebut dapat menempel di permukaan atau terhirup oleh orang lain.
Bawang merah tidak memiliki mekanisme aktif untuk “menarik” atau “menyerap” virus dari udara. Meskipun memiliki sifat antimikroba, efek tersebut terjadi ketika senyawa aktifnya bersentuhan langsung dengan mikroorganisme dalam kondisi tertentu, seperti dalam uji laboratorium.
Artinya, meletakkan bawang di kamar tidak dapat menggantikan langkah pencegahan medis seperti menjaga kebersihan tangan, memakai masker saat sakit, atau memastikan ventilasi ruangan yang baik.
Mengapa Mitos Ini Tetap Bertahan?
Ada beberapa alasan mengapa kepercayaan ini tetap hidup di masyarakat:
- Pengalaman pribadi
Ketika seseorang sembuh dari flu setelah menaruh bawang di kamar, hal tersebut sering dianggap sebagai bukti keberhasilan metode tersebut. Padahal, flu umumnya memang dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari. - Efek psikologis (placebo)
Keyakinan bahwa sesuatu dapat membantu penyembuhan sering kali memberikan rasa tenang. Efek psikologis ini bisa membuat seseorang merasa lebih baik, meskipun bukan karena efek langsung dari bawang. - Aroma khas bawang
Bau menyengat bawang merah berasal dari senyawa sulfur yang memang memiliki aktivitas biologis. Aroma ini memberi kesan “kuat” dan “ampuh”, sehingga mudah diasosiasikan dengan kemampuan menangkal penyakit.
Apakah Berbahaya Menaruh Bawang di Kamar?
Secara umum, menaruh bawang merah di kamar tidak berbahaya, selama tidak menimbulkan gangguan seperti bau yang terlalu menyengat atau menarik serangga. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Bawang yang dibiarkan terlalu lama bisa membusuk dan menjadi sumber bakteri atau jamur.
- Bau menyengat dapat mengganggu kualitas tidur bagi sebagian orang.
- Mengandalkan bawang saja tanpa tindakan medis bisa membuat penanganan penyakit menjadi terlambat.
Karena itu, praktik ini sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara pencegahan atau pengobatan.
Cara Pencegahan yang Terbukti Efektif
Untuk mencegah penularan penyakit seperti flu atau infeksi saluran pernapasan, langkah berikut jauh lebih efektif:
- Mencuci tangan secara rutin dengan sabun.
- Menjaga ventilasi ruangan tetap baik.
- Mengonsumsi makanan bergizi, termasuk sayur dan buah.
- Istirahat cukup.
- Berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika gejala memburuk.
Bawang merah tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat karena kandungan gizinya. Namun, fungsinya lebih tepat sebagai bahan konsumsi, bukan sebagai “penyerap penyakit” pasif di sudut ruangan.
Baca lainnya: Tambak Garam di Sumatra Terdampak Bencana, KKP Butuhkan Dana Rp25 Miliar untuk Revitalisasi
Kesimpulan: Mitos atau Fakta?
Menaruh bawang merah di kamar untuk menangkal penyakit lebih tepat disebut sebagai mitos. Meskipun bawang merah memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat bagi kesehatan, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa ia dapat menyerap virus atau bakteri dari udara hanya dengan diletakkan di ruangan.
Tradisi ini boleh saja dilakukan sebagai bagian dari budaya atau kebiasaan keluarga, selama tidak menggantikan langkah-langkah pencegahan medis yang terbukti efektif. Pada akhirnya, menjaga kebersihan, pola makan seimbang, dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari penyakit.
Bawang merah mungkin kecil dan sederhana, tetapi manfaatnya akan lebih optimal jika dimanfaatkan dengan cara yang tepat di dapur dan di piring makan, bukan sekadar di sudut kamar.






