Kampung Nelayan Merah Putih Dipetakan di Papua Pemerintah Targetkan 184 Lokasi Masuk Pembangunan 2026

Petikhasil.id, PAPUA — Pemerintah mulai memetakan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di wilayah Papua. Program ini dirancang sebagai bagian dari target nasional pembangunan seribu kampung nelayan pada 2026. Dari hasil pemetaan awal, terdapat sekitar 200 titik calon lokasi di lima provinsi Papua.

Kementerian Kelautan dan Perikanan atau Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat titik tersebut tersebar di Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Dari jumlah itu, sebanyak 184 lokasi diusulkan masuk dalam target pembangunan tahun 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa penetapan lokasi pembangunan tidak dilakukan sembarangan. Menurutnya, pemerintah memprioritaskan wilayah dengan aktivitas nelayan yang jelas serta status lahan yang tidak bermasalah.

Baca Lainya: Tangkapan Ikan Pangandaran Turun Saat Musim Angin Barat Menguji Nelayan | Pemerintah Kejar Pembangunan Kampung Nelayan

Trenggono menyampaikan kepada publik bahwa kriteria utama pembangunan dimulai dari kepastian titik wilayah dan kesiapan lahan. Lahan yang digunakan minimal seluas 500 meter persegi dan idealnya mencapai 1.000 meter persegi. Untuk kawasan yang berfungsi sebagai hub atau pusat distribusi, luas lahan bisa lebih besar. Selain itu, akses jalan menjadi faktor penting agar aktivitas nelayan dan distribusi hasil tangkapan berjalan lancar.

Sistem klaster untuk memperkuat rantai usaha nelayan

Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Papua dirancang menggunakan sistem klaster terintegrasi. Skema ini menghubungkan kampung nelayan dengan unit penyangga, hub utama, hingga sentra klaster yang terhubung ke pasar lebih luas. Dengan pola tersebut, nelayan tidak hanya difasilitasi tempat tinggal dan sarana dasar, tetapi juga diperkuat dalam rantai usaha.

Menurut Trenggono, pendekatan klaster ini diharapkan mampu memperpendek jalur distribusi dan meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan. Kampung nelayan tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari sistem yang saling terhubung.

Dalam pelaksanaannya, KKP melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI Angkatan Laut, hingga Kejaksaan. Keterlibatan lintas lembaga ini disebut penting untuk memastikan proyek berjalan tertib dan pengawasan dilakukan sejak awal.

Trenggono menyampaikan bahwa kerja bersama menjadi kunci keberhasilan program. Ia berharap dalam lima tahun ke depan kondisi kampung nelayan di berbagai wilayah, termasuk Papua, tidak lagi identik dengan kawasan kumuh dan minim fasilitas.

Target nasional seribu kampung nelayan

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari target pembangunan 1.000 lokasi secara nasional sepanjang 2026. Papua menjadi salah satu prioritas karena potensi kelautannya besar namun masih membutuhkan penguatan infrastruktur dan tata kelola.

Rencana pembangunan kampung nelayan di Papua ditargetkan memasuki tahap finalisasi pada akhir 2026. Pemerintah berharap melalui program ini masyarakat pesisir dapat mengelola potensi kelautan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.

Baca Lainya: Tangkapan Ikan Pangandaran Turun Saat Musim Angin Barat Menguji Nelayan | Pemerintah Kejar Pembangunan Kampung Nelayan

Bagi Petikhasil.id, pembangunan kampung nelayan bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi tentang bagaimana nelayan diberi ruang tumbuh yang lebih layak. Infrastruktur yang baik perlu diiringi dengan penguatan akses pasar, pendampingan usaha, dan tata kelola sumber daya laut yang bijak.

Ke depan, keberhasilan program ini akan ditentukan bukan hanya oleh jumlah titik yang dibangun, tetapi oleh sejauh mana kehidupan nelayan benar benar berubah. Laut yang kaya harus mampu diterjemahkan menjadi kesejahteraan, bukan sekadar proyek pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *