Petikhasil.id, – Wortel selama ini identik dengan vitamin A dan kesehatan mata. Tak sedikit orang tua yang menganjurkan anaknya rajin makan wortel agar penglihatannya tetap tajam. Namun, di balik warna oranye cerahnya, wortel menyimpan lebih dari sekadar beta-karoten.
Umbi yang mudah ditemukan di pasar tradisional hingga supermarket ini ternyata mengandung beragam zat gizi penting yang jarang dibahas. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga sistem imun, kesehatan jantung, pencernaan, hingga membantu menangkal radikal bebas.
Berikut tujuh kandungan gizi wortel yang sering luput dari perhatian.
1. Serat Tinggi untuk Kesehatan Pencernaan
Selain vitamin A, wortel mengandung serat pangan yang cukup tinggi. Dalam 100 gram wortel mentah, terdapat sekitar 2–3 gram serat. Serat ini terdiri dari serat larut dan tidak larut yang sama-sama penting bagi tubuh.
Serat larut membantu memperlambat penyerapan gula dalam darah, sehingga baik untuk menjaga kestabilan kadar gula. Sementara itu, serat tidak larut membantu melancarkan sistem pencernaan dan mencegah sembelit.
Tak hanya itu, serat juga berperan dalam menjaga kesehatan mikrobiota usus, yang kini diketahui berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh.
Baca lainnya: Ramadan Belum Dimulai, Harga Cabai Tekan Daya Beli Warga Cirebon
2. Vitamin K1 untuk Pembekuan Darah dan Kesehatan Tulang
Wortel mengandung vitamin K1 (phylloquinone) yang berfungsi membantu proses pembekuan darah. Tanpa vitamin ini, tubuh akan kesulitan menghentikan perdarahan saat terjadi luka.
Selain itu, vitamin K1 juga berperan dalam menjaga kepadatan tulang. Konsumsi cukup vitamin K dikaitkan dengan penurunan risiko osteoporosis, terutama pada lansia.
Meski bukan sumber utama vitamin K seperti sayuran hijau, wortel tetap dapat menjadi asupan tambahan yang bermanfaat.
3. Kalium untuk Tekanan Darah Stabil
Jarang disadari, wortel juga mengandung kalium. Mineral ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan fungsi saraf serta otot.
Kalium membantu menetralkan efek natrium dalam tubuh. Dengan asupan kalium yang cukup, risiko tekanan darah tinggi dapat ditekan. Itulah sebabnya pola makan kaya sayur dan buah, termasuk wortel, sering direkomendasikan bagi penderita hipertensi.
4. Antioksidan Lutein dan Zeaxanthin
Selain beta-karoten, wortel mengandung antioksidan lain seperti lutein dan zeaxanthin. Dua senyawa ini dikenal berperan dalam menjaga kesehatan mata, khususnya retina.
Lutein dan zeaxanthin membantu melindungi mata dari kerusakan akibat paparan cahaya biru dan radikal bebas. Konsumsi rutin makanan yang mengandung kedua antioksidan ini dikaitkan dengan penurunan risiko degenerasi makula terkait usia.
Menariknya, kandungan antioksidan ini tidak hanya terdapat pada wortel oranye, tetapi juga pada varietas lain seperti wortel kuning dan ungu.
5. Vitamin C untuk Daya Tahan Tubuh
Meski tidak setinggi jeruk, wortel tetap mengandung vitamin C dalam jumlah moderat. Vitamin ini berperan sebagai antioksidan sekaligus membantu pembentukan kolagen.
Kolagen penting untuk kesehatan kulit, pembuluh darah, serta proses penyembuhan luka. Selain itu, vitamin C mendukung sistem imun agar tubuh lebih siap melawan infeksi.
Mengonsumsi wortel bersama sayuran dan buah lain dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin C harian.
Baca lainnya: Mitos atau Fakta: Menaruh Bawang Merah di Kamar Bisa Menangkal Penyakit?
6. Polifenol untuk Menangkal Radikal Bebas
Wortel juga mengandung polifenol, yaitu senyawa tanaman yang memiliki sifat antioksidan. Polifenol berperan melawan stres oksidatif yang dapat merusak sel tubuh.
Stres oksidatif sering dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, hingga kanker. Meski penelitian masih terus berkembang, pola makan kaya antioksidan dinilai berkontribusi dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
Kandungan polifenol pada wortel cenderung lebih tinggi pada bagian kulitnya. Karena itu, mencuci bersih wortel tanpa mengupas terlalu tebal bisa membantu mempertahankan nutrisinya.
7. Senyawa Falcarinol yang Jarang Diketahui
Salah satu kandungan unik dalam wortel adalah falcarinol. Senyawa alami ini memiliki sifat antiinflamasi dan sedang diteliti potensinya dalam membantu melindungi tubuh dari risiko kanker tertentu.
Falcarinol ditemukan secara alami pada wortel mentah dalam jumlah kecil. Beberapa studi awal menunjukkan senyawa ini dapat membantu menghambat pertumbuhan sel abnormal, meski penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memastikan manfaatnya pada manusia.
Keberadaan falcarinol menunjukkan bahwa wortel bukan sekadar sayuran biasa, melainkan memiliki komponen bioaktif yang kompleks.






