Petikhasil.id, SUKABUMI — Di sela pemandangan bukit batu dan lembah hijau Geopark Ciletuh, hamparan pohon kurma menjulang rapi. Daunnya berkilau diterpa sinar sore. Siapa sangka, kebun yang dulu hanya eksperimen kini jadi magnet wisata baru di Sukabumi.
Kebun Kurma Celetuh yang dikelola oleh Alwi Rahmatullah kini ramai dikunjungi wisatawan. Dalam satu akhir pekan, bisa lebih dari 200 pengunjung datang, dari Bandung hingga Malaysia. Sebagian datang karena viral di media sosial, sebagian karena penasaran ingin melihat kurma tumbuh di Indonesia.
“Awalnya kita belum buka untuk umum. Tapi karena banyak yang datang, akhirnya kita sambut saja. Mereka senang bisa lihat kurma segar langsung dari pohonnya,” ujar Alwi, kepada Petik Hasil.
Kebun ini menawarkan suasana edukatif: pengunjung bisa belajar cara menanam, mengenal sistem irigasi tetes, hingga mencoba buah Barhi segar di musim panen (Agustus–September).
Baca Lainya: Satu Pohon Kurma Setara Satu Hektare Sawit, Potensi Ekonomi Baru dari Sukabumi | Celetuh Jadi “Lembah Jordan” Indonesia, Mikroklimat Sukabumi Cocok untuk Kurma
Anggota DPRD Sukabumi, Andri Hidayana, mendukung langkah ini. “Budidaya kurma di Ciletuh adalah terobosan pangan dan wisata. Ini bukti bahwa pertanian bisa sejalan dengan pariwisata,” ujarnya dikutip dari Kabar Sukabumi.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga menilai agrowisata seperti ini bisa menjadi bagian dari pengembangan kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark, yang kini tengah digalakkan sebagai ikon ekonomi hijau daerah.
Menurut data Dinas Pariwisata Jawa Barat, wisata berbasis pertanian alami peningkatan kunjungan sebesar 12,8% sepanjang 2024, terutama di kawasan selatan Jabar.
Bagi Alwi, agrowisata bukan hanya soal ekonomi, tapi cara agar masyarakat kembali dekat dengan tanah.
“Kalau orang datang, lihat langsung, mereka jadi percaya pertanian itu keren,” ujarnya tersenyum.






