Petikhasil.id, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman membuka peluang investasi swasta untuk mencapai swasembada gula nasional.
Amran mengatakan bahwa perkebunan gula menjadi salah satu prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah di sektor pangan sehingga membutuhkan suntikan investasi.
“Ya dibuka investasi [swasta]. Anda mau investasi, saya buka,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2025).
Lebih lanjut, dia mengamini bahwa banyak investor yang hendak menanamkan modalnya untuk menyukseskan program swasembada gula Tanah Air, kendati enggan menyebutkan jumlahnya.
Amran sebelumnya mengungkapkan target agar Indonesia mencapai swasembada white sugar alias gula putih pada 2027.
Menurutnya, Indonesia saat ini masih mendatangkan tebu dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan domestik. Sebanyak 80% lahan tebu yang ada saat ini dinilai tidak layak produksi sehingga perlu pembenahan secara menyeluruh.
Sebelumnya, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mengaku membutuhkan sekitar 500.000 hektare (ha) lahan untuk memenuhi kebutuhan gula rakyat dan mewujudkan swasembada gula.
Berita Lainya: Dari Rawa Papua ke Pabrik Gula Jawa | Sejumlah Tantangan Menuju Swasembada Gula
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengungkapkan, saat ini PTPN hanya memiliki total 540.000 hektare lahan.
Per 2024, kebutuhan gula di Indonesia mencapai 7,1 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya mencapai 2,5 juta ton, di mana PTPN berkontribusi sebanyak 850.000 ton.
“Sedangkan kalau kita ingin mencapai angka 7 juta ton gula, itu kita perlu tambahan minimum 500.000 hektare lagi. Untuk benar-benar kita dapat mewujudkan swasembada gula,” ujarnya dalam acara Agri Food Summit 2025, Kamis (15/10/2025).
Dalam paparannya, pemerintah mencanangkan swasembada gula konsumsi dapat tercapai pada 2028 dan swasembada gula serta peningkatan produksi bioetanol tercapai pada 2030.
Denaldy mengungkapkan bahwa kebutuhan gula Indonesia diproyeksikan mencapai 8,9 juta ton pada 2030, yang didorong oleh peningkatan jumlah penduduk.
Selama 5 tahun terakhir, Indonesia kekurangan pasokan gula sehingga berdampak pada impor terbesar dengan nilai mencapai Rp47,2 triliun pada 2024.. Adapun, rentang kebutuhan gula konsumsi per tahun sebesar 2,8 juta ton hingga 3,3 juta ton per tahun.
Rata-rata produktivitas tebu PTPN sebesar 65,21 ton per ha dan produktivitas gula sebesar 4,63 ton per herktare lahan. ***






