Petikhasil.id, CIREBON – Perkembangan industri peternakan ayam terus meningkat seiring tingginya kebutuhan daging ayam di masyarakat. Namun, banyak peternak pemula masih bingung memilih fokus usaha antara ayam broiler atau ayam kampung.
Pemilik Ken Farm Cirebon, Satrio Wicaksono, membeberkan perbandingan keduanya berdasarkan pengalaman di lapangan. “Sekarang konsumsi ayam itu bukan lagi makanan mewah. Semua orang sudah mulai mengonsumsi ayam, dan pasar ayam broiler itu masih sangat luas,” kata Satrio.
Ayam broiler menurutnya memiliki jangkauan pasar paling besar. Mulai dari pedagang bakso, rumah potong ayam, hingga ritel dan UMKM makanan cepat saji. Produk turunan seperti nugget, chicken wings, hingga fillet juga seluruhnya memakai ayam broiler.
Broiler: Lebih Cepat Panen, Pasar Lebih Luas
Satrio menyebut satu siklus produksi ayam broiler hanya 35–38 hari hingga siap panen. Hal ini membuat perputaran modal lebih cepat dan potensi keuntungan lebih sering diterima. “Market broiler itu bisa dipakai untuk banyak. Kayak bakso pasti ada campurannya daging ayam. Nugget semua dari ayam broiler,” jelasnya.
Dari sisi pemeliharaan, broiler juga dinilai lebih fleksibel dan aman terhadap penyakit, terutama bila didukung teknologi kandang tertutup seperti yang diterapkan Ken Farm.
Baca lainnya: Bisnis Olahan Durian, Dari Kue Kering Sampai Es Lumer, Ini Ide Usaha yang Laku Sepanjang Tahun
Pasar Terbatas Meski Harga Lebih Tinggi
Meski sering dianggap lebih mahal, ayam kampung memiliki pangsa pasar yang jauh lebih spesifik, seperti warung makan tradisional atau kebutuhan kuliner tertentu.
“Nggak mungkin market ayam kampung itu untuk filetan. Biasanya jarang untuk konsumsi rumah tangga dalam bentuk olahan modern,” tambahnya. Selain itu, masa pemeliharaan ayam kampung lebih lama hingga 2–3 kali siklus broiler, sehingga modal berputar lebih lama dan risiko usaha lebih tinggi.
Baca lainnya: Mitos dan Fakta Ikan Mas: Antara Keberuntungan, Larangan, dan Kenyataan Ilmiah
Kesimpulannya?
Menurut Satrio, pemilihan jenis ayam harus menyesuaikan kapasitas peternak dan target pasar. “Broiler itu lebih luas market-nya. Kalau ayam kampung atau pejantan itu pasarnya spesifik,” tegas Satrio.
Bagi peternak pemula, ia menyarankan untuk memulai dari broiler karena peluang pasar yang besar dan pengembalian modal lebih cepat.






