Petikhasil.id, CIREBON — Pemerintah Kota Cirebon mulai menyalurkan bantuan pangan kepada 35.031 warga penerima manfaat sebagai bagian dari program perlindungan sosial berbasis pangan yang bersumber dari cadangan pemerintah pusat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.
Program bantuan yang didistribusikan melalui penugasan Badan Pangan Nasional kepada Perum Bulog ini mencakup komoditas beras dan minyak goreng untuk alokasi dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menyampaikan bahwa setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan. Pemerintah menyalurkan bantuan selama dua bulan sehingga setiap penerima memperoleh total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per orang.
“Program ini bertujuan menjaga ketahanan pangan rumah tangga sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat,” ujarnya.
Intervensi Pangan dan Stabilitas Ekonomi
Penyaluran bantuan pangan tidak hanya berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Di tengah fluktuasi harga bahan pokok, pemerintah meredam tekanan inflasi sekaligus menjaga keseimbangan pasar melalui distribusi pangan.
Sebelum menyalurkan bantuan, pemerintah daerah memeriksa kualitas komoditas untuk memastikan masyarakat menerima bahan pangan yang layak konsumsi. Proses ini mencakup standar mutu beras serta keamanan minyak goreng sesuai ketentuan distribusi pangan nasional.
Langkah ini mencerminkan pentingnya aspek kualitas dalam program bantuan, tidak hanya kuantitas. Dengan demikian, pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat melalui bantuan tersebut, tetapi juga memastikan keamanannya untuk dikonsumsi.
Peran Cadangan Pangan Daerah
Selain mengandalkan bantuan dari pusat, Pemerintah Kota Cirebon juga memiliki cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) yang berfungsi sebagai bantalan dalam situasi darurat. Cadangan ini menjadi krusial, terutama saat terjadi bencana alam atau gangguan distribusi pangan.
Saat ini, stok CPPD Kota Cirebon berada di kisaran 51 ton, menurun dari sebelumnya hampir 59 ton. Pemerintah menggunakan sebagian cadangan untuk membantu penanganan bencana serta memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sehingga jumlahnya menurun.
Meski demikian, pemerintah daerah terus berupaya menjaga ketersediaan cadangan agar tetap berada pada level ideal sesuai ketentuan.
Distribusi Bertahap dan Peran Bulog
Pimpinan Cabang Perum Bulog Cirebon, Imam Mahdi, menyatakan program bantuan pangan ini merupakan bagian dari rencana distribusi nasional yang berjalan secara bertahap.
Pemerintah pusat menargetkan penyaluran bantuan dapat dilakukan hingga enam tahap dalam satu tahun. Namun, pelaksanaan tahap berikutnya masih menunggu penugasan lanjutan dari pemerintah pusat.
Dalam pelaksanaannya, Bulog tidak hanya berperan sebagai penyalur, tetapi juga memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi hingga ke titik penerima. Hal ini penting untuk menjamin efektivitas program serta meminimalkan potensi hambatan logistik.
Momentum Penguatan Ketahanan Pangan
Dengan jumlah penerima yang mencapai puluhan ribu, program bantuan pangan di Kota Cirebon menjadi salah satu intervensi strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Di tengah ketidakpastian harga dan tekanan ekonomi global, distribusi pangan berperan sebagai instrumen stabilisasi yang signifikan.
Lebih dari sekadar bantuan, program ini mencerminkan upaya pemerintah dalam memastikan akses pangan tetap terjaga bagi seluruh lapisan masyarakat. Dalam konteks yang lebih luas, penguatan sistem distribusi dan cadangan pangan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas nasional. (PtrA)






