Bulog Cirebon Salurkan 10.000 Ton Beras untuk Bansos Pangan

Petikhasil.id, CIREBON – Bulog Cirebon mulai menyalurkan sebanyak 10.000 bantuan 10.000 ton beras sebagai bagian dari program bantuan pangan yang menyasar warga di empat daerah, Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka. 

Kepala Bulog Cirebon, Imam Mahdi mengatakan, enyaluran ini juga disertai bantuan minyak goreng dengan volume yang diperkirakan mencapai sekitar 3.000 ton liter. 

Imam menyebutkan proses distribusi ditargetkan rampung pada akhir November 2025, dengan harapan dukungan pasokan dari produsen tetap terjaga sepanjang pelaksanaan program.

“Untuk wilayah Kota Cirebon saja, Bulog menyalurkan bantuan kepada 25.303 Penerima Bantuan Beras (PBB). Masing-masing penerima memperoleh paket yang terdiri dari 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” kata Imam, dikutip Minggu (16/11/2025).

Imam mengatakan, jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat penerima hingga periode akhir tahun, terutama untuk menjaga stabilitas konsumsi pangan rumah tangga.

Selain fokus pada penyaluran komoditas, lanjut Imam, Bulog juga memperhatikan kesiapan internal, terutama aspek tenaga kerja yang harus turun langsung ke lapangan. 

Imam memastikan kondisi staf tetap aman dan siap menjalankan tugas distribusi meski volume pekerjaan meningkat signifikan.

Berita Lainya: Harga Beras Mulai Turun, Cek Daftar Harganya! | Peningkatan Produksi Beras Indonesia Dapat Pengakuan Internasional

Menurutnya, koordinasi antara gudang, transporter, dan aparat wilayah terus diperkuat untuk menghindari hambatan logistik yang berpotensi memperlambat distribusi.

“Ini kan penyaluran besar, banyak titik dan jadwalnya ketat. Tapi kondisi staf aman, mereka sudah terbiasa dengan skema penugasan serupa. Kami bagi tim agar distribusi berjalan paralel di beberapa lokasi,” kata Imam.

Salah satu tantangan utama penyaluran, lanjutnya, berada pada ketersediaan minyak goreng dari produsen. Meski stok beras relatif aman dan telah siap di gudang sejak awal bulan, distribusi minyak harus menunggu kelancaran pasokan industri. 

Karena itu, Bulog berharap tidak ada gangguan suplai sehingga jadwal akhir November masih dapat dipenuhi.

“Target kami penyaluran selesai akhir November. Namun, ini sangat bergantung pada distribusi minyak dari produsen. Kalau lancar, kita bisa menyalurkan sesuai target,” ujarnya.

Dengan penyebaran titik distribusi yang luas, Bulog Cirebon kini bergerak simultan di empat daerah. Imam menegaskan bahwa seluruh proses akan terus dipantau untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada penerima yang berhak. 

Menurutnya, keberhasilan penyaluran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan logistik, tetapi juga keakuratan data dan sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, serta perangkat kewilayahan.

“Kami berharap seluruh penyaluran berjalan tepat waktu dan tepat sasaran. Ini komitmen kami untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat,” kata Imam.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *