Petikhasil.id, SUKABUMI – Di saat televisi nasional berlomba menayangkan hiburan dan politik, masyarakat adat Ciptagelar di Sukabumi memilih mendirikan stasiun TV sendiri. Namanya CIGA TV, singkatan dari Ciptagelar Global TV, sebuah televisi komunitas yang sepenuhnya dikelola oleh warga desa adat.
Stasiun televisi ini berdiri bukan karena tren, tetapi kebutuhan. Warga ingin menjaga nilai-nilai budaya, berbagi informasi tentang pertanian, serta menyiarkan kegiatan adat agar generasi muda tidak terputus dari akar tradisi.
Berita Lainya: Bioetanol dari Sorgum, Jalan Baru Energi Hijau Indonesia | UMKM Sumedang Dibekali Keterampilan Gunakan AI untuk Tingkatkan Daya Saing
Menurut penelitian Jurnal Administrasi Bisnis dan Inovasi Undiksha (2023), keberadaan CIGA TV membantu menjaga komunikasi sosial di komunitas pedesaan dan menjadi media pendidikan budaya yang efektif di era digital. Siarannya tidak hanya bisa ditonton di kawasan Ciptagelar, tetapi juga diunggah ke kanal daring agar masyarakat luar bisa mengenal lebih dekat kehidupan adat.
Kontennya sederhana namun sarat makna. Ada liputan upacara adat, berita panen padi, kegiatan sekolah adat, hingga dokumenter alam sekitar desa. Dengan bahasa Sunda dan gaya penyiaran khas pedesaan, CIGA TV menjadi ruang ekspresi sekaligus penjaga jati diri.
Warga Ciptagelar percaya, teknologi tidak harus mengubah adat. Justru lewat media seperti CIGA TV, mereka bisa menunjukkan kepada dunia bahwa modernisasi bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya.(Vry)






