Dari Bisnis Pestisida ke Peternakan Ayam, Perjalanan Ken Farm Cirebon yang Inspiratif

Petikhasil.id, CIREBON — Siapa sangka, perjalanan bisnis Ken Farm Cirebon berawal dari usaha pestisida untuk tanaman. Pemilik Ken Farm mengaku tak memiliki latar belakang di dunia peternakan ayam ketika pertama kali memulainya.

Kisah itu dimulai ketika ia bertemu seorang rekan kos yang bekerja di perusahaan perunggasan besar. “Awalnya kita nggak tahu apa itu, oh ternyata itu perusahaan ayam. Dari situ saya mencoba mencari tahu apa sih tenaga ayam itu seperti apa,” ujarnya.

Langkah pertama dilakukan pada 2015, ketika dirinya memberanikan diri mencoba membuka satu kandang ayam broiler. Meski minim pengalaman, hasil awal justru cukup menjanjikan.

“Awalnya sama dia kita memulai dari kandang yang pertama… setelah dicoba kok ternyata hasilnya lumayan,” ungkapnya.

Kini, Ken Farm telah berkembang menjadi salah satu peternakan ayam broiler berskala besar di wilayah Cirebon. Total kapasitas mencapai 320 ribu ekor ayam dalam satu siklus, dengan lima kandang beroperasi dan rencana pembangunan kandang keenam dalam waktu dekat.

“Sekarang konsumsi ayam itu bukan lagi makanan yang mewah. Semua orang sudah mulai mengkonsumsi ayam… pasar ayam itu masih sangat luas,” paparnya melihat potensi industri ini.

Baca lainnya: Kandungan Gizi Ikan Nila, Murah Tapi Kaya Manfaat untuk Kesehatan Keluarga Indonesia

Mengandalkan Teknologi Modern

Ken Farm menerapkan sistem kandang closed house yang terintegrasi dengan teknologi seperti TempTron dan Vento. Teknologi tersebut memungkinkan pengaturan suhu, kipas, hingga sistem minum dan pakan otomatis, demi menjaga kenyamanan ayam secara optimal. “Karena intinya di dalam ternak broiler ini membuat ayam itu senyaman mungkin,” katanya.

Sistem ini juga membantu efisiensi produksi. Pada masa puncak pertumbuhan, satu kandang bisa menghabiskan hingga 9 ton pakan per hari.

Baca lainnya: Kulit dan Biji Durian Jangan Dibuang! Ini 5 Cara Mengolahnya Jadi Menu Unik dan Bernilai Jual

Tantangan Besar dalam Dunia Ayam

Meski kini terbilang sukses, pemilik Ken Farm mengakui perjalanan ini bukan tanpa kendala. Ia pernah mengalami kerugian besar akibat banjir, gangguan genset, hingga perubahan harga pasar yang drastis.

“Permasalahan satu kali saja sama listrik, telat 5 menit atau 10 menit genset masuk, itu sudah bisa merusak hasil yang sudah bagus… sudah pasti hancur,” kisahnya.

Namun, ia menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah kesabaran, manajemen yang tepat, dan terjun langsung mengawasi ternak.

“Kamu dapat meniru cara saya… Tapi kamu tidak bisa meniru takdir Tuhan dari saya. Karena Tuhan sudah menggaris bahwa rezekinya itu tak mungkin tertukar,” ucapnya menutup cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *