Petikhasil.id, JAKARTA — Ekonom mewanti-wanti suntikan dana Rp20 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur. Prabowo disarankan untuk menarik investasi asing.
Sekadar informasi, pemerintah melalui Danantara akan membangun peternakan ayam senilai Rp20 triliun sekaligus untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG), yang akan digelontorkan pada Januari 2026.
Ekonom dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai dana jumbo tersebut justru berpotensi memberatkan Danantara.
“Sebagai SWF [Sovereign Wealth Fund], ia tidak mempunyai keleluasaan untuk menyusun rencana, tetapi justru tidak bisa fokus dan seolah menjadi pelaksana program pemerintah,” kata Wijayanto, Senin (10/11/2025).
Menurutnya, pemerintah membutuhkan investor asing untuk membangun peternakan ayam, mengingat perlu adanya modal besar untuk pemasok pakan ternak, hingga anak ayam pedaging maupun petelur dari luar negeri.
Apalagi, Wijayanto melihat rencana pemerintah membangun peternakan ayam ini akan menurunkan harga ayam dan telur ayam ras yang saat ini menjadi dua komoditas penyumbang inflasi pada Oktober 2025.
Jika direncanakan dengan baik, lanjut dia, proyek ini akan menciptakan efek ganda (multiplier effect) dengan melibatkan peternak ayam rakyat sehingga mereka ikut sejahtera.
Berita Lainya: Sektor Peternakan Diprediksi Menguat di Paruh Kedua 2025 | Tips Budidaya Ayam Sentul ala Qonny Ilma Nafianti: Dari Pakan Hayati Hingga Kemitraan
“Jika dengan pendekatan top down dan korporasi, peternak justru akan semakin menderita,” ujarnya.
Selain itu, menurut WIjayanto, jika pembangunan tersebut tidak direncanakan dengan baik justru berpotensi menyulitkan para peternak rakyat.
“Over supply ayam dan telur, harga jatuh, peternak rakyat makin tipis keuntungannya. Sebaiknya para peternak rakyat dilibatkan dalam upaya menyuplai kebutuhan ayam dan telur untuk MBG,” jelasnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menjelaskan, pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur ini akan difokuskan di wilayah yang masih mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur ayam.
“Kita akan buat seluruh Indonesia untuk menyuplai BGN [Badan Gizi Nasional]. Kita menyuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” jelas Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Amran menargetkan pembangunan peternakan ayam pedaging dan petelur ini akan mulai dibangun pada Januari 2026.
“Kami mulai sekarang pra-FS [feasibility study] arahannya beliau, kemudian insyaallah mudah-mudahan Januari sudah start [bangun peternakan]. Kami persiapan 1 bulan,” tandasnya.***






