Gak Banyak yang Tahu Sahur Terlalu Kenyang Justru Bikin Cepat Lemas, Ini Pola Makan yang Lebih Tepat

Petikhasil.id – Banyak orang berpikir semakin banyak makan saat sahur, semakin kuat menjalani puasa. Padahal, sahur berlebihan justru bisa membuat tubuh terasa berat, mengantuk, bahkan cepat lapar sebelum siang.

Kuncinya bukan pada jumlah, tetapi pada pola dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Tubuh Butuh Energi Stabil Bukan Ledakan Gula

Saat sahur, tubuh menyimpan energi untuk digunakan perlahan selama puasa. Jika kita mengonsumsi makanan tinggi gula sederhana seperti teh manis berlebihan, roti putih, atau mie instan, gula darah akan naik cepat lalu turun drastis.

Penurunan inilah yang membuat tubuh terasa lemas dan sulit fokus.

Menurut prinsip gizi seimbang dari Kementerian Kesehatan, asupan sahur sebaiknya terdiri dari karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, dan serat dalam komposisi seimbang agar pelepasan energi berlangsung bertahap.

Baca Lainya: Dari Kurma Hingga Timun Suri, Ramadan Menggerakkan Rantai Pangan dari Petani ke Meja Buka Puasa | Kolang Kaling Mendadak Mahal Saat Ramadan Siapa yang Paling Untung di Balik Manisnya Takjil

Pola Sahur Model Tiga Perempat Kenyang

Alih-alih makan sampai terlalu kenyang, cobalah pola tiga perempat kenyang. Lambung yang terlalu penuh membuat tubuh bekerja keras mencerna makanan, sehingga kita justru mengantuk setelah Subuh.

Pilih porsi cukup dengan komposisi berikut:
Satu sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang rebus, atau oat.
Satu sumber protein seperti telur, ikan, tempe, atau ayam.
Satu porsi sayur berserat.
Satu porsi buah segar.

Dengan pola ini, tubuh mendapatkan energi cukup tanpa membuat sistem pencernaan kewalahan.

Lemak Sehat Bantu Tahan Lapar Lebih Lama

Tidak banyak yang tahu bahwa lemak sehat membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Alpukat, kacang-kacangan, dan sedikit minyak zaitun pada tumisan bisa menjadi tambahan yang baik.

Lemak sehat memperlambat proses pencernaan sehingga energi dilepas perlahan. Namun tetap dalam porsi wajar, bukan digoreng berlebihan.

Buah yang Tepat untuk Sahur

Beberapa buah lebih cocok dikonsumsi saat sahur karena membantu hidrasi dan pencernaan. Pisang kaya kalium membantu menjaga keseimbangan cairan. Pepaya membantu sistem pencernaan tetap lancar. Kurma memberikan energi cepat namun tetap sebaiknya dikombinasikan dengan protein atau serat.

Buah dengan kandungan air tinggi seperti melon atau pir juga membantu tubuh tetap terhidrasi lebih lama.

Air Putih Lebih Penting dari Minuman Manis

Minuman manis memang terasa menyegarkan, tetapi terlalu banyak gula justru memicu rasa haus lebih cepat. Prioritaskan air putih minimal dua gelas saat sahur.

Hindari minuman terlalu asin atau terlalu manis. Batasi kopi karena bersifat diuretik yang dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

Baca Lainya: Dari Kurma Hingga Timun Suri, Ramadan Menggerakkan Rantai Pangan dari Petani ke Meja Buka Puasa | Kolang Kaling Mendadak Mahal Saat Ramadan Siapa yang Paling Untung di Balik Manisnya Takjil

Sahur Cepat Bukan Berarti Asal

Bagi yang terbiasa bangun mepet imsak, siapkan menu praktis namun tetap bernutrisi. Overnight oats dengan susu dan potongan buah bisa menjadi pilihan. Roti gandum dengan telur rebus dan alpukat juga cepat disiapkan.

Intinya, sahur bukan lomba makan banyak. Sahur adalah strategi energi.

Dengan pola makan seimbang, porsi terkontrol, dan cukup cairan, tubuh akan lebih stabil menjalani puasa. Bukan hanya kuat menahan lapar, tetapi juga tetap fokus dan produktif sepanjang hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *