Gula Semut Aren: Dari Kampung ke Pasar Ekspor

Petikhasil.id, TASIKMALAYA — Dari dapur desa hingga etalase pasar Eropa, gula semut aren kini menjelma menjadi primadona ekspor baru Indonesia. Produk turunan nira aren ini bukan sekadar manisan tradisional, tapi hasil inovasi UMKM yang mampu menembus pasar global berkat kualitas dan standar mutu tinggi.

Dari Lumbung Desa ke Meja Dunia

Menurut data Kementerian Perdagangan (2024), ekspor gula semut Indonesia naik 11,3% dalam setahun, dengan nilai mencapai US$56 juta. Negara tujuan utama adalah Belanda, Jerman, dan Jepang yang meminati produk organic palm sugar rendah glikemik.

Di Subang dan Tasikmalaya, kelompok tani seperti Aren Mandiri dan Kopi Bunar telah menerapkan standar moisture content <2% agar gula tidak mudah menggumpal, serta granulasi 1–2 mm untuk memudahkan pencampuran dalam industri makanan dan kopi.

Berita Lainya: Unik! Pohon Aren Bunar Tak Bisa Ditaman, Tapi Gulanya Jadi Andalan Kopi | Kopi Robusta Fine: Bukan Cuma Arabika yang Bisa Specialty

Selain itu, mereka mulai beralih ke kemasan kraft paper food-grade dan pouch aluminium foil agar tahan lembap dan menarik di pasar modern. “Pembeli luar negeri tidak hanya beli rasa, tapi juga cerita di balik produk,” kata Umi Kulsum, pelaku UMKM aren asal Bunar.

Dengan sertifikasi organik dan fair trade, gula semut aren kini menjadi bukti bahwa produk desa pun bisa bersaing di pasar global asal dikelola dengan standar dan semangat yang tepat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *