Petikhasil.id, JAKARTA – Harga komoditas pangan strategis mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Cabai dan telur menjadi dua komoditas yang paling mencuri perhatian, khususnya menjelang Lebaran.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia serta Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kamis (8/1/2026), harga cabai dan telur hari ini tercatat lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata pada akhir tahun 2025.
Perbandingan Harga Cabai dan Telur di 2026
Sebagai gambaran, pada akhir tahun 2025 harga cabai dan telur masih berada pada level yang relatif stabil. Harga cabai merah keriting tercatat sebesar Rp31.028 per kilogram, sedangkan cabai merah besar berada di kisaran Rp24.167 per kilogram. Sementara itu, harga telur ayam tercatat Rp33.000 per kilogram.
Mengacu pada data PIHPS Nasional yang dilansir di Jakarta pada Kamis pukul 10.15 WIB, harga cabai mengalami kenaikan cukup tajam. Cabai rawit merah tercatat mencapai Rp53.900 per kilogram. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga cabai pada akhir 2025.
Baca Lainya: Cabai Cililin dan Kisah Bertahan Saat Semua Pernah Meragukan | Harga Cabai Mahal Akibat Cuaca Buruk, Kopdes Merah Putih jadi Solusi?
Selain itu, harga cabai merah besar kini berada di level Rp39.600 per kilogram, sementara cabai merah keriting mencapai Rp40.850 per kilogram. Cabai rawit hijau bahkan menyentuh harga Rp57.550 per kilogram. Kenaikan harga cabai ini menjadi sorotan utama karena hampir seluruh jenis cabai mengalami lonjakan secara bersamaan.
Untuk komoditas telur, PIHPS mencatat harga telur ayam ras sebesar Rp32.750 per kilogram. Meski secara nominal terlihat sedikit lebih rendah dibandingkan akhir 2025, harga telur masih tergolong tinggi dan fluktuatif di pasaran.
Sementara itu, data dari Panel Harga Badan Pangan Nasional per 1 Desember 2025 menunjukkan dinamika harga cabai yang semakin menegaskan tren kenaikan. Harga cabai rawit merah secara nasional tercatat sebesar Rp54.360 per kilogram, naik Rp1.471 dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan harga cabai rawit merah ini terjadi di tengah pergerakan harga komoditas lain yang justru cenderung turun. Hal ini memperlihatkan bahwa tekanan harga cabai masih cukup kuat di tingkat konsumen.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah keriting tercatat Rp56.263 per kilogram dan cabai merah besar Rp52.162 per kilogram. Meski pada hari tersebut keduanya mengalami penurunan harian, secara umum level harganya masih jauh lebih tinggi dibandingkan akhir 2025, yang menunjukkan kenaikan harga secara tahunan cukup signifikan.
Pergerakan Harga Telur Ayam Ras
Berbeda dengan cabai yang mengalami lonjakan tajam, harga telur ayam ras menunjukkan pergerakan yang lebih fluktuatif. Berdasarkan data Bapanas, harga telur ayam ras tercatat Rp30.586 per kilogram, turun Rp480 dari hari sebelumnya.
Namun jika dibandingkan dengan kondisi pasar sebelumnya, harga telur masih berada pada level yang relatif tinggi dan belum sepenuhnya kembali stabil. Kondisi ini membuat telur tetap menjadi salah satu komoditas pangan yang sensitif terhadap perubahan pasokan dan permintaan.
Komoditas Lain Relatif Stabil atau Turun
Di tengah kenaikan harga cabai dan pergerakan harga telur, sejumlah komoditas pangan lain justru menunjukkan tren penurunan. Harga beras premium tercatat Rp15.485 per kilogram, beras medium Rp13.359 per kilogram, serta beras SPHP Rp12.360 per kilogram.
Harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan harian, begitu pula dengan gula konsumsi, minyak goreng, tepung terigu, dan sebagian besar komoditas protein hewani seperti daging ayam ras dan daging sapi.
Kondisi ini semakin menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini lebih terkonsentrasi pada komoditas cabai, dengan telur masih bergerak fluktuatif.
Kenaikan harga cabai umumnya dipengaruhi oleh faktor cuaca, gangguan distribusi, serta menurunnya pasokan dari sentra produksi. Curah hujan tinggi dan perubahan musim sering kali berdampak langsung pada hasil panen cabai, sehingga pasokan ke pasar berkurang.
Baca Lainya: Cabai Cililin dan Kisah Bertahan Saat Semua Pernah Meragukan | Harga Cabai Mahal Akibat Cuaca Buruk, Kopdes Merah Putih jadi Solusi?
Sementara itu, harga telur dipengaruhi oleh biaya pakan ternak, distribusi, serta permintaan pasar. Ketika biaya produksi meningkat atau permintaan naik, harga telur cenderung ikut terkerek.
Lonjakan harga cabai dan telur tentu berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Cabai merupakan bahan pangan yang hampir selalu digunakan dalam masakan sehari-hari, sementara telur menjadi sumber protein yang relatif terjangkau bagi masyarakat.
Dengan harga cabai yang kini berada jauh di atas Rp50 ribu per kilogram dan harga telur yang masih belum stabil, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengatur belanja kebutuhan pokok.
Pemerintah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pasokan agar stabilitas pangan tetap terjaga, terutama untuk komoditas cabai dan telur yang saat ini menjadi perhatian utama.






