Harga Cabai di Cirebon Tembus Seratus Ribu Saat Awal Ramadan Beras Masih Stabil

Petikhasil.id, CIREBON — Hari kedua Ramadan 1447 Hijriah membawa tekanan baru bagi belanja dapur warga Kabupaten Cirebon. Harga cabai di pasar tradisional melonjak tajam, sementara beras dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya relatif stabil.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Di tingkat pasar tradisional, harganya menembus Rp103.550 per kilogram. Angka ini menjadi perhatian karena cabai rawit merupakan bahan penting dalam konsumsi harian masyarakat.

Berdasarkan pemantauan harga rata rata Jawa Barat per 19 Februari 2026, cabai merah keriting tercatat naik 18,31 persen menjadi Rp53.300 per kilogram. Cabai merah besar meningkat 17,74 persen menjadi Rp51.100 per kilogram. Sementara cabai rawit merah melonjak 13,05 persen atau naik sekitar Rp11.900 dibandingkan sebelumnya.

Baca Lainya: Harga Cabai Rawit di Garut Tembus Rp100.000 per Kg Jelang Ramadan | Cabai Cililin dan Kisah Bertahan Saat Semua Pernah Meragukan

Pantauan Petik Hasil di Pasar Pasalaran menunjukkan harga cabai rawit merah di sejumlah lapak berada di kisaran Rp100.000 hingga Rp105.000 per kilogram. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun pembeli.

Nanang, pedagang bumbu di Pasar Pasalaran, menyampaikan kepada Petik Hasil bahwa harga sudah bergerak naik sejak awal pekan. Ia menjelaskan bahwa pasokan dari luar daerah berkurang, sementara permintaan rumah tangga meningkat memasuki Ramadan. Menurutnya, kombinasi faktor pasokan dan lonjakan konsumsi menjadi pemicu utama.

Cabai dan bumbu dapur beri tekanan belanja awal puasa

Tidak hanya cabai, bawang merah ukuran sedang juga mengalami kenaikan 8,71 persen menjadi Rp49.300 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang naik 1,5 persen menjadi Rp40.500 per kilogram. Kenaikan kelompok bumbu dapur ini menambah tekanan belanja masyarakat pada awal bulan puasa.

Cabai rawit hijau relatif lebih stabil dengan kenaikan tipis 0,17 persen menjadi Rp58.350 per kilogram. Namun secara umum, komoditas hortikultura memang cenderung sensitif terhadap perubahan musim dan distribusi.

Ramadan secara historis selalu memicu peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama untuk kebutuhan berbuka dan sahur. Permintaan cabai, bawang, serta protein hewani biasanya meningkat dalam waktu singkat. Jika distribusi tidak sepenuhnya lancar, harga akan cepat merespons.

Di sisi lain, harga beras terpantau stabil di seluruh kategori. Beras kualitas bawah I berada di Rp13.850 per kilogram dan kualitas bawah II Rp13.300 per kilogram. Beras medium I tercatat Rp15.150 per kilogram dan medium II Rp14.500 per kilogram. Sementara beras kualitas super I dan II masing masing Rp16.700 dan Rp15.700 per kilogram.

Stabilitas harga beras menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Di tengah kenaikan bumbu dapur, harga beras yang terkendali membantu menahan tekanan inflasi pangan daerah.

Protein hewani naik wajar mengikuti tren musiman

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar naik 3,26 persen menjadi Rp42.700 per kilogram. Di Pasar Pasalaran, ayam potong dijual di kisaran Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram. Pedagang menyebut kenaikan ini masih dalam batas wajar dan mengikuti pola musiman Ramadan.

Daging sapi kualitas I tercatat Rp150.950 per kilogram dan kualitas II Rp142.100 per kilogram, masing masing naik sekitar 3 hingga 4 persen. Telur ayam ras segar juga meningkat 2,42 persen menjadi Rp31.700 per kilogram, dengan harga pasar berada di kisaran Rp31.000 sampai Rp32.000 per kilogram.

Sementara itu, komoditas strategis lain seperti gula pasir dan minyak goreng relatif stabil. Gula pasir premium dijual Rp18.950 per kilogram dan gula lokal Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng curah berada di Rp20.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek berkisar Rp21.300 hingga Rp21.900 per kilogram.

Baca Lainya: Harga Cabai Rawit di Garut Tembus Rp100.000 per Kg Jelang Ramadan | Cabai Cililin dan Kisah Bertahan Saat Semua Pernah Meragukan

Dinamika harga ini menunjukkan bahwa tekanan utama awal Ramadan berada pada komoditas hortikultura, terutama cabai. Stabilitas beras dan kebutuhan pokok lain menjadi penyeimbang penting agar gejolak harga tidak meluas.

Ke depan, kelancaran distribusi dan kecukupan pasokan dari sentra produksi akan menjadi faktor penentu apakah harga cabai dapat kembali terkendali dalam beberapa pekan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *