Petikhasil.id, BANDUNG – Tingginya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) menjadi berkah bagi emiten-emiten perkebunan sawit sepanjang 9 bulan 2025. Mayoritas emiten, seperti AALI, TLDN, TAPG, hingga JARR mengantongi lonjakan laba bersih pada periode tersebut.
Emiten perkebunan sawit milik konglomerat TP Rachmat, PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) mengantongi pendapatan dari kontrak TAPG dengan pelanggan tercatat sebesar Rp8,2 triliun sepanjang Januari-September 2025. Capaian itu melonjak 31,48% year-on-year (YoY) dari Rp6,24 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari situ, TAPG mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih sebesar Rp2,68 triliun. Laba bersih itu melonjak 65,67% YoY dari Rp1,61 triliun pada periode Januari-September 2024.
Senada, PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) mengantongi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih Rp1,07 triliun. Capaian itu melejit 33,58% YoY dari Rp801,15 miliar per kuartal III/2024.
Keuntungan itu diperoleh AALI sejalan dengan pendapatan bersih yang mencapai Rp22,11 triliun per kuartal III/2025. Capaian itu lebih tinggi 35,8% dibandingkan dengan pendapatan AALI pada 9 bulan 2024 sebesar Rp16,28 triliun.
Emiten sawit afiliasi Wishnu Wardhana PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) turut menikmati peningkatan kinerja keuangan sepanjang periode Januari-September 2025.
Dalam keterangan resminya, TLDN menyampaikan laba bersih perseroan tahun ini tumbuh 110,5% YoY menjadi Rp829,3 miliar. Capaian bottom line tersebut bahkan telah melampaui realisasi laba bersih sepanjang tahun 2024 sebesar Rp825,6 miliar.
Emiten sawit milik konglomerat Theodore Permadi Rachmat atau TP Rachmat, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih DSNG pada periode ini mencapai Rp1,31 triliun. Angka tersebut naik 53,03% YoY dari Rp860,54 miliar pada periode yang sama 2024.
Selain itu, emiten CPO milik Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam, PTJhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) membukukan laba bersih sebesar Rp224 miliar per kuartal III/2025.
Berdasarkan Laporan Keuangan, laba bersih JARR melonjak 44,19% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya Rp155,34 miliar.
Di sisi hulu perkebunan sawit, PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) milik Haji Isam juga membukukan peningkatan laba bersih 449% YoY menjadi Rp101,4 miliar per kuartal III/2025 dari sebelumnya sebesar Rp18,47 miliar pada akhir September 2024.
PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) turut merasakan berkah harga CPO dengan mengemas kenaikan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 51,65% menjadi Rp271,44 miliar per September 2025, dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp178,99 miliar.
Direktur Utama BWPT Henderi Djunaidi menjelaskan peningkatan pendapatan hingga laba bersih per September 2025 didorong oleh kenaikan volume penjualan CPO dan palm kernel (PK) masing-masing sebesar 17%, yang mencerminkan permintaan pasar yang tetap solid terhadap produk perseroan.
“Pencapaian tersebut mencerminkan efektivitas strategi BWPT dalam mendorong efisiensi operasional di seluruh rantai produksi, sekaligus memanfaatkan momentum tren harga CPO dan kernel yang berada pada level lebih menguntungkan sepanjang 9 bulan 2025,” paparnya dalam siaran pers, Kamis (30/10).
Berita Lainya: Laba Bersih Cisadane Sawit (CSRA) Naik 70,59% | Satu Pohon Kurma Setara Satu Hektare Sawit, Potensi Ekonomi Baru dari Sukabumi
Selain itu, penurunan tingkat utang dan beban bunga masing-masing sebesar 8% dan 13% dibandingkan tahun sebelumnya turut memperkuat struktur keuangan dan meningkatkan fleksibilitas Perseroan. Kinerja keuangan yang solid ini menunjukkan kemampuan BWPT dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan penguatan fundamental.
Henderi Djunaidi menjelaskan BWPT menjaga pertumbuhan positif di tengah dinamika industri melalui disiplin operasional dan strategi jangka panjang yang menempatkan keberlanjutan sebagai fondasi bisnis.
“Kinerja positif yang kami capai per kuartal III/2025 merupakan hasil dari operasional, pengelolaan sumber daya yang lebih efektif, serta konsistensi kami dalam membangun prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnis. BWPT tidak hanya berfokus pada pertumbuhan profitabilitas, tetapi juga memastikan nilai tambah jangka panjang melalui penerapan ESG yang terukur dan bertanggung jawab,” ujar Henderi.
Siasat Lincah Emiten CPO
Terpisah, dalam kunjungan ke kantor Bisnis Indonesia, Direktur Utama AALI Djap Tet Fa mengungkapkan hingga hari ini, secara nasional Gapki memproyeksikan produksi minyak kelapa sawit berpotensi mencapai lebih dari 50 juta ton. Adapun, kebutuhan minyak kelapa sawit disebutnya banyak berasal dari sektor pangan maupun energi.
Sementara itu, dari sisi pangan, kebutuhan minyak kelapa sawit juga dipastikan terus bertambah seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk dunia. Adapun, CPO merupakan bahan baku untuk produk minyak sayur dan minyak kedelai.
“Kebutuhan ini tentunya akan terus bertambah seiring dengan proyeksi pertumbuhan penduduk yang terus meningkat ke depannya,” ujarnya.
Direktur Utama DSNG Andrianto Oetomo menerangkan bahwa peningkatan laba bersih tersebut juga didorong oleh membaiknya harga jual rata-rata produk sawit.
“Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 1,3 triliun seiring dengan peningkatan harga rata-rata penjualan produk sawit dan perbaikan efisiensi operasional di seluruh lini usaha,” katanya, Jumat (24/10/2025).
Dalam keterangan terpisah, Direktur Utama TLDN Wishnu Wardhana menjabarkan TLDN dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif hingga akhir tahun 2025.
”Di tengah membaiknya harga CPO, CPKO dan PK kami berupaya memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan volume penjualan, sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan,” ujar Wishnu dalam keterangan resminya, Rabu (29/10/2025).
Wishnu melanjutkan TLDN terus memperkuat kinerja operasionalnya melalui penerapan praktik manajemen yang berbasis data dan teknologi. Sebagai perusahaan agribisnis modern, imbuhnya, TLDN berkomitmen untuk terus menghadirkan produk dengan kualitas terbaik dan bernilai tinggi
Melalui pemanfaatan teknologi berbasis internet of things (IoT) di dalam platform internal perusahaan yaitu Teladan Productivity Technology Science (TPTS), TLDN terus memantau indeks kesehatan tanaman guna menjaga produktivitas perkebunan sawit.
“Meningkatnya kinerja operasional merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menerapkan praktik perkebunan terbaik di antaranya dalam aplikasi pemupukan, pemeliharaan infrastruktur, serta pemanfaatan teknologi dalam operasional kebun,” ungkap Wishnu.***






