Investor Lirik Potensi Nira Tasikmalaya Untuk Ekspor 

Petikhasil.id, TASIKMALAYA — Potensi Nira di Kabupaten Tasikmalaya mulai dilirik investor. Pasca ditawarkan di West Java Investment Summit (WJIS) 2025, investor langsung menyambut potensi ini dengan berkunjung ke Desa Kawungsari, Kecamatan Salawu yang menjadi sentra industri nira.

Slamet Sudijono, CEO dan Co-founder perusahaan gula aren Mahorahora, mengatakan kawasan tersebut bak mendapat berkah dari alam. Ratusan pohon aren terlihat menjulang tinggi yang berpotensi untuk menjadi produk unggulan daerah tersebut.

Kunjungan ini juga sekaligus bertujuan menilai kelayakan investasi dan dukungan bagi petani lokal, didorong oleh meningkatnya permintaan pasar global akan pemanis sehat serta keinginan untuk membantu petani memperluas jangkauan penjualan produknya, bahkan hingga ke luar negeri.

Dalam kunjungannya itu, Sudijono menyoroti Kawungsari sebagai daerah yang memiliki keragaman hayati luar biasa, ditandai dengan banyaknya pohon aren di sepanjang perjalanan. 

“Kita bisa lihat di daerah ini seperti mendapat berkah dari alam, kualitasnya juga bagus,” ungkapnya, dikutip, Jumat (28/11/2025).

Menurutnya, Kawungsari bukan hanya memiliki populasi pohon aren yang banyak, tetapi juga kerapatan yang bagus, didukung antusiasme tinggi dari para petani untuk melanjutkan proses produksi gula aren. 

Potensi ini dinilai sebuah berkah bagi masyarakat sekitar karena nira menjadi salah satu bahan baku pembuatan gula aren yang menjadi pemanis asli dan tradisional asli Indonesia yang permintaannya terus meningkat.

Sudijono menjelaskan bahwa gula aren memiliki berbagai keunggulan dibandingkan gula putih yang menjadikannya prioritas utama di tengah tren gaya hidup sehat. 

Keunggulan tersebut antara lain karena gula aren memiliki indeks glikemik yang rendah, serta mengandung mineral dan vitamin, sehingga dinilai lebih sehat.

Berita Lainya: Unik! Pohon Aren Bunar Tak Bisa Ditaman, Tapi Gulanya Jadi Andalan Kopi | Andi Amran Sulaiman Buka Peluang Investasi Swasta Kejar Swasembada Gula

Selain manfaat kesehatan, komoditas ini juga memberikan dampak lingkungan yang positif. Pohon aren yang tumbuh di lereng-lereng juga menurutnya dapat berfungsi untuk mencegah banjir dan tanah longsor, yang secara langsung menjaga keragaman hayati di lokasi tersebut.

Dari sisi sosial, Mahorahora juga berupaya menjembatani kesulitan yang dialami petani dalam menjual produknya. 

Ia pun berkomitmen untuk membantu petani gula aren di Tasikmalaya agar produk mereka tidak hanya dipasarkan di Indonesia, tetapi juga memiliki peluang untuk diekspor ke luar negeri.

Permintaan pasar terhadap gula aren sendiri diakuinya terus meningkat seiring pergeseran gaya hidup konsumen yang beralih dari gula putih ke alternatif pemanis yang lebih sehat. 

“Gula aren menjadi salah satu pilihan utama karena rasanya yang enak, banyak digunakan dalam tren minuman kopi susu kekinian, serta untuk kebutuhan memasak dan membuat kue, baik untuk segmen ritel maupun B2B,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai sangat suportif, tidak hanya dari sisi investasi, tetapi juga dalam pembinaan sosial ekonomi bagi para petani.

“Pemdanya juga sangat mendukung dan pro aktif, kita juga akan kembali tindak lanjuti lagi [peluang] selanjutnya,” ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *