Petikhasil.id, PANGALENGAN – Bagi sebagian orang, jamur hanya dibedakan berdasarkan warna dan bentuknya. Namun bagi petani jamur, setiap jenis jamur memiliki karakter, kebutuhan perawatan, dan waktu panen yang berbeda. Hal inilah yang diterapkan secara konsisten di Genkinoko Farm Pangalengan, usaha budidaya jamur milik Dadan Gunawan di Kampung Cilaki, Desa Sukaluyu, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Genkinoko Farm saat ini memfokuskan produksi pada tiga jenis jamur utama, yaitu jamur tiram putih, jamur tiram coklat, dan jamur kuping. Ketiganya memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing yang perlu dipahami agar hasil panen tetap optimal.
Mengapa Fokus pada Tiga Jenis Jamur?
Pemilihan jamur tiram putih, tiram coklat, dan kuping bukan tanpa alasan. Ketiga jenis jamur ini memiliki permintaan pasar yang relatif stabil, mudah dipasarkan, dan cocok dengan kondisi alam Pangalengan yang sejuk dan lembab.
Selain itu, diversifikasi jenis jamur juga membantu Genkinoko Farm meminimalkan risiko kegagalan total jika salah satu jenis mengalami penurunan produksi.
Jamur Tiram Putih: Favorit Pasar dan Cepat Panen
Jamur tiram putih merupakan jenis yang paling diminati pasar. Bentuknya yang putih bersih dan rasanya yang netral membuat jamur ini mudah diolah menjadi berbagai masakan.
Di Genkinoko Farm, jamur tiram putih memiliki karakter:
- Masa panen cepat, sekitar 35–40 hari sejak inokulasi
- Pertumbuhan relatif stabil
- Lebih tahan dibandingkan jamur tiram coklat
Perawatan jamur tiram putih menitikberatkan pada pengaturan kelembaban dan kebersihan kumbung. Jamur ini biasanya dipanen sekitar tiga hari setelah muncul pinhead.
Jamur Tiram Coklat: Lebih Sensitif, Tapi Bernilai Tinggi
Jamur tiram coklat memiliki tampilan lebih gelap dan tekstur sedikit lebih padat. Meski peminatnya tidak sebanyak tiram putih, harga jamur tiram coklat cenderung lebih tinggi.
Namun, jamur ini juga dikenal lebih sensitif terhadap:
- Kontaminasi
- Perubahan suhu dan kelembaban
- Serangan hama
Di Genkinoko Farm, jamur tiram coklat mendapatkan perhatian ekstra, terutama dalam proses sterilisasi media dan pengawasan lingkungan kumbung.
Waktu panennya hampir sama dengan jamur tiram putih, yakni sekitar tiga hari setelah pinhead muncul.
Baca lainnya: Budidaya Jamur Tiram dan Kuping di Daerah Lembab, Ini Strategi Genkinoko Farm Pangalengan Jaga Kualitas
Jamur Kuping: Panen Lebih Lama, Tapi Lebih Tahan
Berbeda dengan jamur tiram, jamur kuping membutuhkan waktu lebih lama untuk dipanen. Dari proses pembibitan hingga panen, jamur kuping memerlukan waktu sekitar dua bulan.
Namun keunggulan jamur kuping terletak pada:
- Daya tahan lebih baik
- Risiko kontaminasi lebih rendah
- Masa simpan lebih lama setelah panen
Di Genkinoko Farm, jamur kuping sering dipanen secara serempak, sekitar tujuh hari setelah pinhead muncul, saat bentuknya sudah lebar dan ujungnya bergerigi.
Jamur kuping juga menjadi solusi saat terjadi kegagalan pada jamur tiram, terutama melalui pemanfaatan baglog daur ulang.
Perbedaan Media dan Perawatan
Meski ketiganya menggunakan media tanam serupa berbahan serbuk gergaji kayu, bekatul, dan kapur, perlakuan selama perawatan berbeda.
Jamur tiram membutuhkan kelembaban yang stabil, tetapi tidak berlebihan. Sementara jamur kuping relatif lebih toleran terhadap kondisi media tertentu.
Sterilisasi media tetap menjadi faktor kunci untuk ketiga jenis jamur agar terhindar dari kontaminasi.
Pengaturan Kelembaban dan Lingkungan Kumbung
Di daerah lembab seperti Pangalengan, pengaturan kelembaban menjadi perhatian utama. Genkinoko Farm menjaga kelembaban kumbung agar tidak terlalu basah, karena jamur dengan kadar air tinggi kurang diminati pasar.
Langkah yang dilakukan antara lain:
- Mengatur intensitas penyiraman
- Memastikan sirkulasi udara berjalan baik
- Menjaga kebersihan kumbung secara rutin
Lingkungan yang bersih dan stabil membantu jamur tumbuh optimal tanpa gangguan penyakit.
Ciri Jamur Siap Panen
Menentukan waktu panen yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas. Di Genkinoko Farm, ciri jamur siap panen antara lain:
- Jamur tiram putih dan coklat: tudung sudah besar dan belum mekar berlebihan
- Jamur kuping: bentuk sudah lebar, kenyal, dan tepi bergerigi
Panen yang terlalu cepat atau terlambat dapat menurunkan kualitas dan harga jual jamur.
Kontribusi Produksi di Genkinoko Farm
Dengan memahami perbedaan perawatan dan panen, Genkinoko Farm mampu menjaga produksi tetap stabil. Rata-rata hasil panen meliputi:
- Jamur tiram putih: 100–200 kg per hari
- Jamur tiram coklat: 10–50 kg per hari
- Jamur kuping: hingga 300 kg per periode panen
Permintaan pasar lokal Pangalengan masih tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi.
Strategi Diversifikasi yang Efektif
Diversifikasi jenis jamur terbukti menjadi strategi efektif bagi Genkinoko Farm. Ketika salah satu jenis mengalami kendala, jenis lainnya tetap bisa menopang produksi dan pendapatan.
Hal ini juga memberikan fleksibilitas dalam memenuhi kebutuhan pasar yang beragam.
Dari pengalaman Genkinoko Farm, petani jamur pemula disarankan untuk:
- Mengenal karakter setiap jenis jamur
- Tidak menyamakan perlakuan perawatan
- Fokus pada kualitas, bukan hanya kuantitas
- Menentukan waktu panen dengan tepat
Budidaya jamur bukan sekadar menanam, tetapi memahami siklus hidup setiap jenis jamur.
Baca lainnya: Prabowo Hadiri Panen Raya di Karawang, Petani Sambut dengan Nyanyian dan Antusiasme Tinggi
Memahami Jamur untuk Hasil Maksimal
Genkinoko Farm Pangalengan membuktikan bahwa memahami perbedaan jamur tiram putih, tiram coklat, dan kuping menjadi kunci menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha.
Dengan perawatan yang tepat dan manajemen panen yang disiplin, ketiga jenis jamur ini mampu menjadi sumber penghasilan yang stabil dan menjanjikan bagi petani jamur di Pangalengan.






