KAI Angkut 17.730 Ton Pupuk ke Sentra Pertanian

Petikhasil.id, BANDUNG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat volume angkutan pupuk yang kirim ke sentra-sentra pertanian mencapai 17.730 ton sepanjang Januari–Oktober 2025. 

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa angkutan pupuk berperan penting dalam penguatan aktivitas ekonomi sektor pertanian. 

Distribusi yang lancar memberikan efisiensi biaya bagi produsen dan distributor. Sementara mobilitas komoditas yang stabil membantu menjaga dinamika pasar, sehingga perputaran ekonomi di daerah-daerah agraris tetap bergerak positif.

“KAI memastikan pasokan pupuk bergerak teratur menuju berbagai sentra pertanian melalui layanan logistik berbasis kereta api yang efisien dan andal,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (24/11/2025).

Berita Lainya: PT KAI Bakal Hadirkan Kereta Khusus Petani dan Pedagang di Jabar | Kabupaten Garut Akan Bangun Sentra Industri Hasil Tembakau dari Dana Cukai

Anne melaporkan, Mei menjadi bulan dengan volume tertinggi, yaitu 4.110 ton. Kemudian disusul Januari dengan 3.810 ton, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan petani saat memasuki musim tanam.

Pengiriman pupuk melalui kereta logistik, semata-mata mendorong pasokan yang tiba tepat waktu. Alhasil, membuat petani dapat merencanakan penanaman dengan lebih pasti. Stabilitas pasokan ini memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Di tingkat nasional, kelancaran distribusi pupuk berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan. Pasokan pupuk yang terdistribusi merata mendukung peningkatan produksi pertanian dan membantu pemerintah menjaga suplai bahan pangan. 

KAI mengoperasikan angkutan pupuk melalui jaringan rel yang menghubungkan kawasan pabrik, pelabuhan, dan berbagai wilayah pertanian. Moda kereta api memiliki keunggulan dalam kapasitas besar, ketepatan waktu, dan efisiensi energi. Keunggulan ini menjadikan kereta api sebagai moda strategis untuk komoditas pertanian yang membutuhkan distribusi cepat dan terencana.

Kolaborasi antara KAI, produsen pupuk, serta pemerintah terus diperkuat. Perencanaan muatan, integrasi data, dan koordinasi lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok pupuk. Melalui sinergi tersebut, kebutuhan petani di berbagai daerah dapat dipenuhi sesuai musim dan jadwal tanam.

“Ketika pupuk tiba tepat waktu, petani bisa menanam dengan tenang, hasil panen meningkat, dan keluarga di desa-desa memiliki harapan baru,” tutup Anne.

Membandingkan dengan total pupuk yang telah disalurkan oleh Pupuk Indonesia Group pada periode yang sama, yakni mencapai 6,5 juta ton, artinya jumlah pupuk yang didistribusikan melalui kereta api sangat minim. 

Sampai dengan akhir tahun mendatang, Pupuk Indonesia menargetkan penyaluran mencapai 8,7 juta ton pupuk. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *