Kelola 320 Ribu Ekor Ayam, Begini Manajemen Tenaga Kerja di Ken Farm Cirebon

Petikhasil.id, CIREBON – Mengelola peternakan ayam broiler berskala besar bukan hanya soal pakan dan peralatan modern. Di balik operasional yang berjalan setiap hari, terdapat manajemen tenaga kerja yang ketat dan terstruktur. Hal itu diterapkan oleh Ken Farm Cirebon, peternakan milik Satrio Wicaksono yang kini mengelola sekitar 320 ribu ekor ayam dalam satu siklus produksi.

Dalam wawancaranya, Satrio menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fondasi penting agar kegiatan peternakan berjalan lancar. Dengan lima kandang aktif dan satu kandang baru yang segera dibangun, Ken Farm membutuhkan tenaga kerja yang kompeten, disiplin, dan mampu bekerja di bawah tekanan.

“Total tenaga kerja tetap kami ada 33 orang, belum termasuk pekerja harian saat panen. SDM ini sangat menentukan keberhasilan operasional setiap hari,” ujar Satrio.

Struktur Tenaga Kerja: 30 Pekerja, 3 Mandor, 1 Teknisi, dan 1 Kepala Keamanan

Menurut Satrio, setiap kandang memiliki kebutuhan tenaga kerja yang berbeda tergantung luas kandang dan jumlah ayam di dalamnya. Namun secara umum, struktur tenaga kerja Ken Farm dapat dibagi sebagai berikut:

1. Pekerja Tetap – 30 orang

Pekerja ini bertanggung jawab langsung terhadap operasional harian, antara lain:

  • Menabur dan mengecek sekam
  • Membersihkan kandang
  • Mengontrol pakan otomatis
  • Mengecek air minum dan sistem klorin
  • Mengawasi kesehatan ayam
  • Melakukan pemisahan ayam (sortir)
  • Membantu proses panen bertahap

Mereka bekerja secara bergiliran untuk memastikan kandang tetap terjaga selama 24 jam.

2. Mandor – 3 orang

Setiap mandor bertanggung jawab atas beberapa kandang:

  • 1 mandor mengawasi 2 kandang
  • 1 mandor lain mengawasi 1 kandang
  • 1 mandor cadangan membantu jika ada penambahan kandang baru

“Mandor harus paham teknis budidaya, bukan hanya sekadar memerintah. Mereka adalah penghubung utama antara saya sebagai pemilik dan pekerja lapangan,” kata Satrio.

3. Teknisi – 1 orang

Teknisi bertugas memastikan sistem closed house berjalan optimal:

  • Memantau panel TempTron dan Vento
  • Memastikan kipas, cooling pad, dan ventilasi bekerja baik
  • Mengantisipasi gangguan listrik
  • Melakukan perbaikan cepat jika terjadi kerusakan

Teknisi menjadi bagian krusial karena sedikit gangguan listrik dapat menyebabkan stres hingga kematian massal pada ayam.

4. Kepala Keamanan – 1 orang

Mengawasi keluar-masuk orang dan kendaraan serta memastikan prosedur biosekuriti dijalankan.

“Setiap orang yang masuk harus disemprot disinfektan. Keamanan juga harus memastikan tidak ada kebocoran atau pelanggaran SOP,” jelas Satrio.

Tenaga Kerja Tambahan Saat Panen: 20–30 Orang

Pada masa panen raya, Ken Farm membutuhkan tenaga kerja tambahan dari luar. Jumlah pekerja panen dapat mencapai 20 hingga 30 orang dalam satu sesi.

“Panen itu harus cepat. Kalau terlalu lama, ayam stres. Jadi kami selalu memakai tim panen khusus,” kata Satrio.

Tugas tim panen meliputi:

  • Menangkap ayam dengan teknik yang benar
  • Menimbang sesuai standar integrator
  • Memisahkan ayam kecil dan ayam besar
  • Memastikan ayam tidak terluka
  • Memindahkan ayam ke truk pengangkut

Proses panen biasanya dilakukan pada malam hari untuk mengurangi stres ayam dan mempermudah pergerakan.

Standar Kerja Ketat: Dari Pakan hingga Biosekuriti

Untuk memastikan pekerja menjalankan operasional sesuai SOP, Ken Farm menerapkan standar kerja ketat. Beberapa aturan yang wajib dipatuhi tenaga kerja antara lain:

1. Prosedur Kebersihan

  • Wajib memakai sepatu khusus kandang
  • Wajib disemprot disinfektan sebelum masuk area
  • Tidak boleh membawa benda asing atau makanan ke kandang

2. Pemantauan Sekam

Sekam dianggap sebagai faktor terbesar keberhasilan ayam. Pekerja wajib memeriksa sekam setiap hari, terutama pada musim hujan.

“Sekam lembab sedikit saja bisa memicu penyakit CRD. Makanya harus diawasi terus,” kata Satrio.

3. Pengaturan Suhu

Pekerja harus memastikan suhu yang ditampilkan panel sesuai dengan kondisi ayam. Jika ayam bergerombol atau tampak kepanasan, mereka harus segera memperbaiki ventilasi atau mengatur kipas.

4. Kontrol Pakan

Meski pakan otomatis, pekerja tetap harus mengecek:

  • Apakah auger berfungsi
  • Apakah pakan tidak menggumpal
  • Apakah distribusi merata

Kunci Manajemen SDM: Pengawasan dan Kejelasan SOP

Dalam skala produksi besar, pengawasan tidak bisa dilakukan secara manual oleh pemilik saja. Oleh karena itu, Satrio membangun struktur manajemen dengan pembagian tugas jelas.

“Semua orang punya tugas. Mandor harus bisa ambil keputusan cepat. Teknisi harus siap kapan saja. Karyawan harus paham SOP. Tanpa manajemen SDM yang rapi, peternakan tidak bisa jalan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *