Petikhasil.id, BANDUNG – Emiten perkebunan kelapa sawit, PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA), mencatatkan kinerja keuangan positif dengan kenaikan laba bersih sebesar 70,59% year on year (YoY) hingga kuartal III/2025.
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Rabu (29/10/2025), CSRA membukukan pendapatan sebesar Rp1,33 triliun, naik 75,89% YoY dibandingkan Rp758,78 miliar pada periode yang sama tahun 2024.
Manajemen CSRA menyebut, pertumbuhan signifikan ini didorong oleh beroperasinya ketiga pabrik kelapa sawit milik perseroan serta peningkatan harga jual rata-rata produk. Harga jual minyak sawit mentah (CPO) meningkat 15,7% YoY sepanjang sembilan bulan 2025, sementara harga tandan buah segar (TBS) dan inti sawit (kernel) masing-masing naik 24,3% dan 69,4% YoY.
Berita Lainya: Satu Pohon Kurma Setara Satu Hektare Sawit, Potensi Ekonomi Baru dari Sukabumi | Sawit dan Pangan: Menjaga Petani Kecil di Tengah Penertiban Kawasan Hutan
Kenaikan harga tersebut mendorong penjualan minyak sawit mencapai Rp969,82 miliar per kuartal III/2025, meningkat dari Rp535,67 miliar pada periode sama 2024. Penjualan inti sawit juga tumbuh 164,18% YoY, sedangkan TBS naik 17,05% YoY.
“Perusahaan memperkirakan terjadi pertumbuhan produksi jangka panjang, mengingat sebagian besar tanaman yang telah memasuki usia prima. Perusahaan secara aktif melakukan penanaman ulang yang berkelanjutan dengan varietas benih berkualitas tinggi,” tegas manajemen dalam siaran persnya, Rabu (29/10/2025).
Seiring meningkatnya penjualan, beban pokok penjualan perseroan juga naik signifikan menjadi Rp855,39 miliar pada periode Januari–September 2025, dibandingkan Rp412,40 miliar pada periode sama 2024.
Meski demikian, laba bruto CSRA tetap tumbuh 38,36% YoY menjadi Rp479,25 miliar, naik dari Rp346,38 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp213,92 miliar per kuartal III/2025, melesat 70,59% YoY dibandingkan Rp125,39 miliar pada periode yang sama 2024.
Kinerja positif ini turut mendorong laba per saham dasar naik menjadi Rp104 per lembar, dari Rp61 per lembar pada Januari–September 2024.
Dari sisi neraca, CSRA mencatat total aset sebesar Rp2,53 triliun per 30 September 2025, meningkat 12,4% dari Rp2,25 triliun pada akhir 2024. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,03 triliun, dari Rp952,71 miliar pada Desember 2024, terutama akibat kenaikan utang bank jangka pendek menjadi Rp215,04 miliar dari Rp134,20 miliar.
Sejalan dengan itu, ekuitas perseroan meningkat menjadi Rp1,50 triliun per September 2025, dari Rp1,29 triliun pada akhir 2024.
“Posisi keuangan CSRA menegaskan niat manajemen untuk meningkatkan operasi bisnis dan praktik manajemen. Strategi ini merupakan indikator penting dari keberlanjutan jangka panjang perusahaan dan potensi pertumbuhannya,” tutup manajemen.***






