Petikhasil.id, JAKARTA — Lebaran selalu identik dengan hidangan bersantan, daging merah, jeroan, hingga seafood. Meja makan penuh, silaturahmi hangat, dan porsi yang sering kali tanpa batas. Namun, di balik kenikmatan itu, banyak orang mulai merasakan pegal di sendi beberapa hari setelahnya.
Salah satu pemicu yang kerap muncul adalah asam urat.
Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan, asam urat atau gout merupakan peradangan sendi akibat penumpukan kristal asam urat dalam tubuh. Kondisi ini biasanya menyerang jempol kaki, pergelangan, hingga lutut, disertai rasa nyeri mendadak, kemerahan, dan pembengkakan.
Baca Lainya: Kuliner Lebaran Cirebon Menggerakkan Pertanian dan Peternakan Lokal | Tips Detoks Alami Setelah Lebaran dengan Bahan Pangan Lokal
Pola Konsumsi Tinggi Purin
Makanan khas Lebaran seperti gulai, rendang, sambal goreng hati, hingga olahan seafood mengandung purin tinggi. Ketika purin dipecah dalam tubuh, ia menghasilkan asam urat.
Jika produksinya berlebih atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadar asam urat akan meningkat.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi penyakit sendi di Indonesia masih cukup tinggi, dan pola konsumsi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.
Selain daging merah dan jeroan, minuman manis serta konsumsi gula berlebih juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko gangguan metabolik, termasuk asam urat.
Hasil Pertanian sebagai Penyeimbang
Menariknya, solusi untuk menurunkan risiko kekambuhan justru banyak tersedia dari hasil pertanian lokal.
Sayuran hijau seperti seledri, bayam, dan kangkung mengandung antioksidan dan senyawa alami yang membantu proses metabolisme tubuh. Buah-buahan kaya vitamin C seperti jeruk dan jambu juga berperan dalam membantu menurunkan kadar asam urat.
Seledri, misalnya, kerap disebut sebagai salah satu tanaman yang berpotensi membantu mengurangi kadar asam urat. Tanaman hortikultura ini mudah dibudidayakan dan banyak ditanam di sentra sayuran dataran tinggi Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Selain itu, jahe dan kunyit sebagai komoditas rempah Indonesia juga dikenal memiliki sifat antiinflamasi alami. Kedua tanaman rimpang ini tidak hanya menjadi bumbu dapur, tetapi juga bagian dari tradisi pengobatan herbal Nusantara.
Baca Lainya: Kuliner Lebaran Cirebon Menggerakkan Pertanian dan Peternakan Lokal | Tips Detoks Alami Setelah Lebaran dengan Bahan Pangan Lokal
Air Putih dan Pola Makan Seimbang
Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu ginjal membuang kelebihan asam urat. Minimal dua liter per hari dianjurkan, terutama setelah konsumsi makanan tinggi lemak dan protein hewani.
Pola makan seimbang menjadi kunci. Konsep “Isi Piringku” yang mendorong konsumsi setengah piring sayur dan buah dapat membantu menyeimbangkan asupan setelah periode konsumsi tinggi lemak.
Mengurangi jeroan, seafood tertentu, dan daging olahan secara bertahap juga menjadi langkah penting untuk mencegah kekambuhan.
Refleksi dari Meja Makan Lebaran
Lebaran adalah momentum kebersamaan. Namun, di balik tradisi kuliner, tubuh tetap membutuhkan keseimbangan.
Lonjakan asam urat pasca Lebaran menjadi pengingat bahwa pola konsumsi pangan memiliki dampak langsung pada kesehatan. Di sinilah peran hasil pertanian lokal menjadi penting bukan hanya sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penyeimbang metabolisme tubuh.
Sayur, buah, rempah, dan air putih sederhana sering kali lebih dibutuhkan daripada menu berat yang berlebihan.
Menjaga kesehatan bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi mengatur porsi dan kembali pada keseimbangan setelah perayaan usai. (PtrA)






