Mental Jadi Modal Utama Peternak, Bukan Sekadar Uang atau Kandang

Petikhasil.id, BANDUNG – Dalam dunia peternakan, tantangan tidak selalu datang dari penyakit ternak, harga pakan, atau fluktuasi pasar. Justru, ujian terberat sering kali berada pada mental pelaku usahanya. Tanpa kesiapan mental, modal besar dan kandang luas pun tidak menjamin usaha bisa bertahan.

Hal itu dirasakan langsung oleh pengelola Aba Farm, Erdika Purnama Diresta, yang telah berkecimpung di dunia peternakan domba selama lebih dari satu dekade.

“Yang paling penting itu bukan modal, bukan juga selling yang bagus, tapi mental,” ujarnya.

Ujian Terbesar Ada Saat di Bawah

Menurutnya, setiap peternak pasti akan berada di fase sulit, baik karena kerugian, kegagalan produksi, hingga kematian ternak. Pada titik inilah mental dan pola pikir benar-benar diuji.

“Ketika posisi kita di bawah, mental dan pikiran jangan sampai terpengaruh orang lain,” katanya.

Ia menilai, peternak yang tidak siap secara mental cenderung mudah goyah dan mengambil keputusan terburu-buru, yang justru memperparah keadaan.

Baca lainnya: Luas Panen Padi dan Jagung di Jawa Barat 2025 Naik Menjadi 916.798 Hektare | Makan Sate dan Sop di Tengah Kandang Domba Saat Peternakan Menjadi Meja Makan

Mengelola Pikiran untuk Bertahan

Bagi Erdika, mental yang kuat akan membentuk cara berpikir yang lebih adaptif. Dengan pikiran yang terjaga, pelaku usaha mampu mencari solusi, bukan larut dalam masalah.

“Kalau mentalnya bagus, pikiran pasti bisa menyesuaikan,” ujarnya.

Prinsip ini ia terapkan dalam mengelola Aba Farm, baik saat menghadapi kendala produksi maupun fluktuasi permintaan pasar.

Kompetitor Bukan Musuh

Menariknya, Erdika tidak melihat kompetitor sebagai ancaman. Ia justru memandang pelaku usaha lain sebagai rekan yang bergerak di bidang yang sama.

“Kita tidak menganggap kompetitor itu musuh, tapi rekan bisnis,” katanya.

Pendekatan ini membuatnya lebih fokus pada pengembangan usaha sendiri tanpa terjebak dalam persaingan tidak sehat.

Jatuh Bangun yang Tak Terelakkan

Perjalanan Aba Farm tidak selalu mulus. Ada masa ketika usaha hanya berfokus pada penjualan kurban, lalu berkembang ke penggemukan dan breeding untuk memenuhi kebutuhan harian pasar.

Dari skala kecil, usaha ini perlahan tumbuh hingga mampu memasok ratusan ekor domba saat musim kurban. Semua proses itu, menurut Erdika, tidak lepas dari kemampuan bertahan menghadapi tekanan.

“Liku-liku pasti ada, tapi bisa dilewati kalau mentalnya dijaga,” ujarnya.

Peternakan Bukan Jalan Instan

Ia menegaskan bahwa peternakan bukan usaha instan yang hasilnya bisa dinikmati dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kesiapan mental untuk menghadapi proses panjang.

“Peternakan itu proses. Kalau tidak siap mental, di tengah jalan bisa berhenti,” katanya.

Menurutnya, kekuatan mental menjadi pondasi agar peternak mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan zaman.

Baca lainnya: Luas Panen Padi dan Jagung di Jawa Barat 2025 Naik Menjadi 916.798 Hektare | Makan Sate dan Sop di Tengah Kandang Domba Saat Peternakan Menjadi Meja Makan

Bagi Erdika, beternak bukan sekadar mencari keuntungan. Ada nilai tanggung jawab, keberlanjutan, dan keberkahan yang harus dijaga.

Dengan mental yang kuat, ia yakin peternakan bisa menjadi usaha yang tidak hanya menghidupi pelakunya, tetapi juga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *