Modal di Bawah Rp500 Ribu, Begini Cara Memulai Usaha Hidroponik di Rumah

Petikhasil.id, BANDUNG – Di tengah tren gaya hidup sehat dan keterbatasan lahan di perkotaan, hidroponik muncul sebagai solusi cerdas untuk menanam sayuran segar di rumah. Menariknya, usaha hidroponik tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan dana di bawah Rp500 ribu, siapa pun sudah bisa mulai menanam sayur hijau yang bernilai jual tinggi.

Selain mudah dilakukan, sistem hidroponik terbukti efisien dalam penggunaan air dan lahan. Tak heran jika kini banyak masyarakat, terutama kalangan muda dan ibu rumah tangga, mulai menjadikan hidroponik sebagai usaha sampingan yang menjanjikan.

Menurut data Direktorat Jenderal Hortikultura, pertanian hidroponik meningkat pesat dalam tiga tahun terakhir. Kebutuhan sayur segar, terutama di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, membuat peluang usaha ini terbuka lebar.

Rincian modal awal di bawah Rp500 ribu

Banyak orang mengira memulai hidroponik butuh alat mahal. Faktanya, sistem sederhana bisa dibuat dengan bahan-bahan murah dan mudah ditemukan di sekitar rumah. Berikut estimasi modal awalnya:

KomponenKeteranganPerkiraan Harga
Botol bekas / pipa paralonSebagai wadah tanamRp50.000
Nutrisi AB MixPupuk cair khusus hidroponikRp60.000
Rockwool / spons tanamMedia semaiRp30.000
Benih sayuran (selada, kangkung, bayam)Untuk 3–5 kali tanamRp30.000
Net pot / gelas plastikTempat tanamanRp40.000
Pompa air kecil (opsional)Untuk sirkulasi nutrisiRp150.000
Ember / baskomPenampung airRp30.000
Total estimasi± Rp390.000–Rp450.000

Baca lainnya: Mengenal Perbedaan Sayuran Hidroponik dan Konvensional: Apakah Lebih Sehat?

Langkah-langkah memulai usaha hidroponik di rumah

Berikut panduan sederhana untuk memulai:

  1. Siapkan alat dan bahan. Gunakan botol bekas, net pot, rockwool, dan larutan nutrisi AB Mix.
  2. Semai benih. Letakkan benih di atas rockwool yang sudah dibasahi, lalu simpan di tempat lembap. Setelah tumbuh daun sejati, bibit siap dipindahkan ke sistem tanam.
  3. Rakit sistem hidroponik. Buat lubang di botol atau paralon, isi dengan air nutrisi, lalu pasang pot tanaman.
  4. Rawat tanaman. Jaga ketinggian air dan pH larutan (ideal 5.5–6.5). Pastikan tanaman mendapat cukup sinar matahari.
  5. Panen dan jual. Dalam 25–30 hari, sayuran seperti kangkung dan selada sudah bisa dipanen dan dijual ke tetangga, katering sehat, atau melalui media sosial.

Peluang cuan dari pekarangan rumah

Potensi bisnis hidroponik cukup menjanjikan. Dari lahan kecil ukuran 1×2 meter, seseorang bisa menanam hingga 80–100 tanaman selada. Jika satu kepala selada dijual Rp3.000–Rp5.000, maka dalam satu kali panen bisa menghasilkan Rp300–500 ribu.

Dengan siklus tanam 3–4 minggu, keuntungan bisa berlipat jika sistem dikembangkan menjadi lebih besar. Selain itu, hidroponik juga bisa menjadi produk edukatif bagi sekolah, komunitas, atau bisnis wisata urban farming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *