Petikhasil.id, KUNINGAN- Program Sekolah Lapang Tematik (SLT) dan Farm Field Day (FFD) yang dijalankan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan diklaim berperan penting dalam mendongkrak produktivitas padi di tahun 2025.
Kepala Diskatan Kuningan, Wahyu Hidayah, menyebut program tersebut menjadi salah satu inovasi daerah dalam memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Program yang dilaksanakan sepanjang 2025 ini melibatkan petani di berbagai kecamatan untuk belajar langsung tentang budidaya padi berbasis praktik lapangan.
“SLT dan FFD ini bukan sekadar pelatihan di kelas, tetapi pembelajaran di lahan yang nyata. Petani tidak hanya mendengar teori, melainkan juga membuktikan hasilnya di lapangan,” ujar Wahyu, Senin (17/11/2025).
Salah satu keberhasilan program tampak di Desa Cipicung, yang dijadikan lokasi demplot padi varietas Inpari 49. Dari hasil ubinan di lahan seluas 2,5 meter persegi, tercatat produksi gabah mencapai 4,8 kilogram atau setara 7,68 ton per hektare. Angka ini lebih tinggi dibandingkan produktivitas rata-rata Kuningan yang berada di kisaran 6 ton per hektare.
Menurut Wahyu, peningkatan tersebut merupakan hasil nyata dari penerapan teknologi pertanian modern yang diajarkan melalui SLT, mulai dari pengelolaan lahan, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama terpadu (PHT). Ditambahkan Wahyu, petani juga didorong untuk menggunakan pupuk organik cair (POC) guna menjaga kesuburan tanah jangka panjang.
Berita Lainya: Askrindo Kembangkan Asuransi Pertanian Berbasis Teknologi | Peluang Peningkatan Ekspor Pertanian
“Dengan pendekatan ini, petani bisa beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan iklim maupun gangguan hama. Misalnya, di Cipicung, meski tanaman sempat terserang penggerek batang padi, hasil ubinannya tetap tinggi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peran petugas lapangan yang aktif memberikan pendampingan menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Melalui pengendalian dini dan pemantauan rutin, serangan hama dapat ditekan sehingga hasil panen tetap optimal. Bahkan di beberapa titik lain, produktivitas padi mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.
Kegiatan Farm Field Day yang digelar pada awal November 2025 menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran SLT. Acara ini diadakan serentak di sejumlah desa dan menjadi wadah bagi petani untuk menampilkan hasil belajar serta berbagi pengalaman budidaya.
“FFD bukan hanya ajang panen bersama, tetapi momentum pembuktian bahwa pengetahuan yang mereka peroleh selama SLT berdampak nyata bagi produksi pertanian,” tutur Wahyu.
Diskatan Kuningan berencana memperluas pelaksanaan SLT ke lebih banyak kecamatan pada 2026 agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak kelompok tani. Selain untuk meningkatkan produktivitas padi, program ini juga diarahkan pada komoditas strategis lain seperti jagung, hortikultura, dan tanaman perkebunan.
Pemerintah daerah menilai keberhasilan SLT dan FFD bukan hanya tentang peningkatan hasil panen, tetapi juga transformasi cara berpikir petani. Pendekatan berbasis pengetahuan dan teknologi dinilai mampu memperkuat daya saing pertanian lokal serta menciptakan kemandirian pangan berkelanjutan.
“Tujuan akhirnya adalah menjadikan petani kita semakin sejahtera dan ketahanan pangan daerah semakin tangguh,” kata Wahyu.***






