Sumedang Dorong Dapur Bergizi Gunakan Pangan Lokal, MBG Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Petikhasil.id, BANDUNG — Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Bupati Dony Ahmad Munir menegaskan seluruh pihak yang terlibat mulai dari pengolah bahan baku hingga penyaji makanan—harus konsisten menjalankan prosedur dan memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS).

Berita Lainya: Teknologi Iradiasi, Bisa Bikin Buah Ekspor hingga MBG Tetap Awet | Laut dan Program MBG: Menjadikan Protein Ikan sebagai Penyelamat Gizi Anak Bangsa

Dony menilai, penerapan SOP yang disiplin bisa mencegah munculnya persoalan yang sempat terjadi sebelumnya. Karena itu, ia mendorong agar seluruh pihak tetap kompak, saling menguatkan, dan tidak berebut sasaran penerima manfaat. Koordinator kecamatan akan membantu memastikan distribusi berjalan merata.

Dalam rapat koordinasi bersama stakeholder, Pemkab Sumedang, TNI, Polri, perangkat daerah, hingga pemerintahan desa sepakat memperketat pengawasan di seluruh dapur penyedia MBG. Pengawasan ini dilakukan agar setiap tahap distribusi dan penyajian makanan memenuhi standar keamanan dan higienitas.

Selain itu, Pemkab Sumedang juga mendorong SPPG dan mitra dapur MBG untuk menyerap bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal. Upaya ini diharapkan bisa memperkuat rantai pasok pangan Sumedang sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kalau semua dapur sudah memenuhi standar keamanan, program MBG bukan cuma soal gizi anak, tapi juga soal ekonomi lokal yang tumbuh,” ujar Dony. Ia menambahkan, penerapan SLHS dan pemilahan sampah sejak dari sumber akan menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan dan efisiensi dapur.

Untuk dapur yang masih dalam proses perizinan, Pemkab akan memberlakukan tahapan bertahap, mulai dari 1.000 porsi hingga target 4.000 porsi per hari, agar tenaga pengolah terbiasa menangani volume besar.

Menurut Dony, keberhasilan Makan Bergizi Gratis Sumedang akan berdampak luas: bukan hanya memastikan anak sekolah, ibu hamil, menyusui, dan balita mendapat gizi seimbang, tetapi juga membentuk generasi Sumedang yang sehat, kuat, dan cerdas.

“Kewajiban kita adalah memastikan tidak ada generasi yang lemah. MBG ini ikhtiar bersama untuk menciptakan generasi kuat, sehat, dan mandiri,” tegasnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *