Jakarta, 1 NOVEMBER 2025 – Bagi Seasoldier Foundation, menanam mangrove bukan sekadar menanam pohon. Itu adalah tentang merawat kehidupan. Bersama CGS International Sekuritas Indonesia, gerakan ini kini menjangkau lebih dari sepuluh lokasi konservasi di delapan provinsi Indonesia.

Kolaborasi untuk Ekonomi Biru
“Indonesia dikaruniai seperempat hutan mangrove dunia. Tapi ancaman nyata seperti perubahan iklim dan alih fungsi lahan terus menghantui,” kata Dinni Septianingrum, Founder dan COO Seasoldier.
Menurutnya, penanaman saja tidak cukup. Kunci keberhasilan terletak pada monitoring & evaluation yang berkesinambungan, serta keterlibatan masyarakat. “Kami memastikan setiap bibit tumbuh, berfungsi, dan memberi nilai. Kini masyarakat melihat sendiri manfaatnya: abrasi berkurang, ikan dan kepiting berkembang biak, petani bibit mendapat penghasilan tambahan,” ujar Dinni.
Dari Konservasi ke Kemandirian
Kerja sama panjang antara CGS International dan Seasoldier membuktikan bahwa restorasi mangrove dapat melahirkan dampak ekonomi dan sosial sekaligus. Selain menciptakan lapangan kerja hijau, program ini juga meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan anak muda.
Berita Lainya: CGS International Sekuritas Indonesia dan Seasoldier Gelar Mangrove Project di 5 Provinsi, Dukung Indonesia Hijau 2060 | Ban Bekas Jadi Senjata Lawan Abrasi: Desa Mayangan Subang Panen Harapan Baru
“Kami percaya keberlanjutan tak hanya tentang karbon, tapi juga tentang manusia dan alam yang tumbuh berdampingan,” ujar Dinni.






