Dari Limbah Jadi Berkah: Revolusi Pupuk Organik di Tangan Anak Muda

Petikhasil.id, PURBALINGGA – Di tengah mahalnya pupuk kimia, inovasi pupuk organik hadir sebagai penyelamat petani. Menurut studi di PT Sirtanio Organik Indonesia, penggunaan pupuk organik padat (POP) mampu menekan biaya produksi sekaligus menjaga kualitas tanah.

Murah, Efisien, dan Ramah Lingkungan

Laporan Dinas Pertanian Purbalingga menyebutkan biaya pupuk organik per hektare berada di kisaran Rp 5–10 juta, lebih efisien dibandingkan pupuk kimia murni. Selain menekan biaya, pupuk organik meningkatkan kandungan mikroba tanah yang bermanfaat untuk produktivitas jangka panjang.

Berita Lainya: Pemkab Garut Sepakat Mempercepat Rehabilitasi Jaringan Irigasi | AMMAN Luncurkan Program Pertanian Organik

Bagi petani muda, pupuk organik bukan hanya solusi teknis, tapi juga peluang bisnis. Limbah ternak, jerami, hingga sampah organik rumah tangga bisa diolah jadi pupuk bernilai jual tinggi.

“Kalau mau bertani modern, jangan hanya mikir hasil panen, tapi juga ekosistemnya. Pupuk organik ini jawaban buat lingkungan sekaligus dompet petani,” ujar salah satu praktisi pertanian muda.

Menjaga Masa Depan Pertanian

Penggunaan pupuk organik juga menjawab tantangan perubahan iklim. Penelitian Jurnal Bernas (2023) mencatat bahwa petani yang mengombinasikan pupuk organik dan anorganik memperoleh hasil lebih stabil sekaligus menurunkan biaya tunai usahatani.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *