Petikhasil.id, JAKARTA – Pergerakan harga pangan nasional pada Sabtu (28/2/2026) menunjukkan dinamika yang beragam. Beberapa komoditas protein hewani mengalami kenaikan, sementara beras premium dan sejumlah bahan pokok lainnya justru terkoreksi.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras relatif stabil dengan kecenderungan turun tipis pada kategori tertentu.
Beras premium tercatat turun 0,82 persen menjadi Rp15.368 per kilogram. Beras medium turun lebih dalam sebesar 2,30 persen menjadi Rp13.473 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) naik tipis 0,3 persen menjadi Rp12.420 per kilogram.
Baca Lainya: Harga Cabai Rawit dan Telur Kompak Naik | Jangan Takut Beternak Pesan Enjang untuk Pemuda Desa di Tengah Kebutuhan Telur Nasional
Cabai dan Bawang Bergerak Tidak Seragam
Kelompok hortikultura menunjukkan pola yang variatif. Cabai merah keriting naik 1,20 persen menjadi Rp45.740 per kilogram. Cabai rawit merah juga meningkat 3,32 persen menjadi Rp38.849 per kilogram.
Sebaliknya, cabai merah besar turun 2,04 persen menjadi Rp39.205 per kilogram.
Untuk komoditas bawang, harga bawang putih bonggol turun 1,39 persen menjadi Rp36.450 per kilogram. Bawang merah juga terkoreksi 1,59 persen menjadi Rp38.875 per kilogram.
Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan yang cenderung fluktuatif, terutama menjelang dan selama periode konsumsi tinggi.
Daging dan Telur Kompak Menguat
Komoditas protein hewani terpantau mengalami kenaikan harga. Daging ayam ras naik 1,40 persen menjadi Rp37.459 per kilogram. Telur ayam ras mencatat kenaikan paling tinggi di kelompok ini, yakni 3,54 persen menjadi Rp31.038 per kilogram.
Harga daging sapi murni naik sangat tipis sebesar 0,01 persen menjadi Rp135.331 per kilogram.
Kenaikan pada ayam dan telur biasanya dipengaruhi oleh permintaan rumah tangga yang meningkat, terutama pada periode tertentu ketika konsumsi protein hewani cenderung naik.
Minyak Goreng dan Gula Cenderung Turun
Di sisi lain, beberapa kebutuhan pokok mengalami koreksi harga. Gula konsumsi turun 0,8 persen menjadi Rp17.936 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga turun 0,21 persen menjadi Rp10.706 per kilogram.
Harga minyak goreng kemasan turun 0,92 persen menjadi Rp20.853 per kilogram. Namun minyak goreng curah justru naik 0,71 persen menjadi Rp17.433 per kilogram.
Untuk komoditas tepung, tepung terigu curah turun 1,21 persen menjadi Rp9.707 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan turun 1,07 persen menjadi Rp12.983 per kilogram.
Harga jagung di tingkat peternak turut turun 1,78 persen menjadi Rp6.733 per kilogram.
Harga Ikan Laut Ikut Berfluktuasi
Pada komoditas perikanan, harga ikan kembung naik 0,62 persen menjadi Rp43.451 per kilogram. Sebaliknya, ikan tongkol turun 0,18 persen menjadi Rp35.250 per kilogram dan ikan bandeng turun 0,64 persen menjadi Rp35.481 per kilogram.
Baca Lainya: Harga Cabai Rawit dan Telur Kompak Naik | Jangan Takut Beternak Pesan Enjang untuk Pemuda Desa di Tengah Kebutuhan Telur Nasional
Pergerakan harga ikan biasanya dipengaruhi oleh faktor cuaca, hasil tangkapan, serta distribusi dari sentra produksi ke pasar konsumsi.
Secara umum, data Bapanas menunjukkan harga pangan nasional masih bergerak dalam rentang yang terkendali meskipun terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas utama. (PtrA)






