Petikhasil.id, PADANG — Jumlah hewan kurban di Sumatera Barat pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai 45 ribu ekor. Angka itu meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk berkurban. Para perantau Minang juga ikut mengirim sapi dan kambing ke kampung halaman.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat Sukarli mengatakan banyak perantau ingin membantu warga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi maupun musibah.
“Banyak perantau yang melaksanakan kurban untuk membantu warga yang terkena musibah,” kata Sukarli.
Baca Juga: Pemeriksaan Hewan Kurban Jawa Barat Capai 13.945 Ekor
Menurut dia, Iduladha bukan sekadar momen ibadah tahunan. Kurban juga membantu masyarakat yang jarang menikmati daging dalam kehidupan sehari-hari.
Saat ini, petugas kesehatan hewan terus memeriksa sapi dan kambing sebelum hari penyembelihan tiba. Pemeriksaan itu meliputi kondisi fisik hingga tanda penyakit menular.
“Alhamdulillah kondisinya sehat, dan tidak ada penyakit yang membahayakan hewan,” ujarnya.
Kurban Menjangkau Banyak Lokasi
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyiapkan 47 ekor sapi dan tiga ekor kambing untuk kurban tahun ini. Program tersebut rutin digelar setiap Iduladha.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Syamsurizaldi mengatakan panitia akan memulai penyembelihan setelah salat Iduladha. Lokasi pemotongan sengaja dibagi ke beberapa titik agar warga lebih mudah mengambil daging.
“Tahun ini panitia menyebar hewan kurban ke 16 lokasi berbeda,” kata Syamsurizaldi.
Sebanyak 32 ekor sapi dan tiga ekor kambing akan dipotong di halaman Kantor Bupati Solok Selatan. Sisanya akan dikirim ke sejumlah kecamatan.
Panitia kurban kemudian membagikan kupon kepada warga penerima manfaat. Warga bisa datang langsung ke lokasi penyembelihan untuk mengambil daging.
Pemerintah daerah memprioritaskan warga kurang mampu, fakir miskin, dan masyarakat sekitar lokasi pemotongan hewan.
Menurut Syamsurizaldi, peserta kurban berasal dari OPD, Forum Wali Nagari, dan sejumlah perusahaan di Solok Selatan. Juru sembelih halal dari Kementerian Agama juga akan membantu proses pemotongan.
Tradisi kurban di Sumatera Barat masih menjaga semangat gotong royong. Kehadiran para perantau membuat bantuan daging bisa menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. (PtrA)






