Petikhasil.id, BANDUNG – Menjelang Iduladha, pasar hewan di berbagai daerah Jawa Barat mulai ramai. Sapi, kambing, domba, dan kerbau berdatangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bersiap berkurban.
Di tengah ramainya transaksi itu, kesehatan ternak menjadi perhatian utama. Masyarakat ingin membeli hewan kurban yang sehat, aman, dan layak dipotong.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat memperketat pemeriksaan hewan kurban di seluruh daerah.
Hingga pertengahan Mei 2026, petugas telah memeriksa 13.945 ekor ternak di berbagai kabupaten dan kota.
Baca Juga: Cirebon Periksa Ribuan Hewan Kurban Jelang Iduladha
Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, mengatakan tim kesehatan hewan mulai turun ke lapangan sejak dua pekan sebelum Iduladha.
Petugas mengecek kondisi fisik ternak, melihat tanda penyakit menular, dan memastikan hewan memenuhi syarat untuk kurban.
PMK dan LSD Masih Jadi Perhatian
DKPP juga memperkuat pengawasan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular saat lalu lintas ternak meningkat.
Linda menjelaskan, dua penyakit yang masih menjadi perhatian utama yaitu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).
Petugas masih menemukan kasus aktif di beberapa daerah, tetapi pemerintah menilai situasinya masih terkendali.
Pada periode 1 Januari hingga 13 Mei 2026, DKPP mencatat 628 kasus PMK di tujuh kabupaten dan kota.
Selain itu, petugas juga menemukan 79 kasus LSD di empat kabupaten dan kota.
DKPP terus menjalankan vaksinasi dan pengawasan rutin agar penyebaran penyakit tidak meluas.
Langkah ini penting supaya ternak tetap sehat dan peternak tidak menanggung kerugian besar menjelang musim kurban.
Pasokan Hewan Kurban Dinilai Cukup
Selain memeriksa kesehatan ternak, DKPP Jawa Barat juga mengawasi arus masuk hewan kurban dari luar daerah.
Selama enam bulan terakhir, sebanyak 113.522 ekor ternak masuk ke Jawa Barat melalui sistem aplikasi lalu lintas hewan.
Jumlah itu terdiri dari sapi, kambing, kerbau, dan domba untuk memenuhi kebutuhan kurban di Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Pemerintah memperkirakan ketersediaan hewan kurban tahun 2026 masih cukup untuk masyarakat.
Bagi peternak, musim Iduladha selalu menjadi masa penting karena permintaan meningkat dan perputaran ekonomi ikut bergerak.
Bagi masyarakat, hewan kurban bukan hanya soal jumlah. Mereka juga membutuhkan kepastian bahwa ternak yang dibeli sehat, aman, dan layak untuk ibadah.
Karena itu, pemeriksaan hewan kurban Jawa Barat bukan sekadar rutinitas tahunan. Pemeriksaan ini menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus melindungi peternak dan pedagang di lapangan. (PtrA)






