Produksi Urea RI Surplus 2026

Petikhasil.id, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia menargetkan produksi urea sebesar 7,8 juta ton pada 2026. Target ini melampaui kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton dan memastikan pasokan pupuk tetap aman di tengah dinamika global.

Perusahaan mengandalkan pasokan gas alam domestik untuk menjaga stabilitas produksi. Strategi ini membuat industri pupuk nasional tetap tangguh meski terjadi gangguan rantai pasok global, termasuk di kawasan Selat Hormuz.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira, menegaskan perusahaan membangun kemandirian bahan baku sebagai fondasi utama ketahanan industri.

“Kami memastikan pasokan urea tetap kuat karena ditopang kapasitas produksi dan bahan baku dari dalam negeri,” ujarnya.

Baca Juga:Peluang Ekspor Pupuk Indonesia Terbuka Saat Pasar Global Terganggu

Ia menjelaskan gangguan distribusi global yang berpotensi memengaruhi sekitar 30% pasokan urea dunia tidak berdampak langsung terhadap Indonesia. Pupuk Indonesia menjaga produksi tetap stabil dengan memanfaatkan sumber daya domestik.

Perusahaan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebelum menyalurkan ke pasar ekspor. Dengan kondisi surplus, perusahaan juga berpeluang memperkuat peran sebagai penyeimbang pasokan global.

“Komitmen kami tetap memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi terlebih dahulu,” kata Yehezkiel.

Strategi Transisi Energi dan ESG

Pupuk Indonesia tidak hanya menjaga produksi, tetapi juga mempercepat transformasi menuju industri rendah karbon. Perusahaan mengembangkan strategi dekarbonisasi melalui inovasi energi bersih.

Perusahaan fokus mengembangkan clean ammonia, yang mencakup green ammonia berbasis energi terbarukan dan blue ammonia dengan dukungan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).

Langkah ini membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada gas alam sekaligus menekan emisi produksi secara bertahap.

“Kami menyiapkan strategi pengurangan emisi melalui pengembangan green dan blue ammonia,” ujar Yehezkiel.

Selain itu, perusahaan merencanakan pembangunan pabrik metanol di Aceh dan Kalimantan Timur. Proyek ini mendukung program energi nasional seperti B50 sekaligus memperkuat kemandirian energi.

Dukungan untuk Pertanian Berkelanjutan

Pupuk Indonesia juga memperkuat kontribusi di sektor pertanian melalui program berbasis lingkungan. Perusahaan mengembangkan nature-based solutions (NBS) dengan memanfaatkan lahan tidur dan memberdayakan kelompok tani.

Program ini membantu meningkatkan penyerapan emisi sekaligus memperkuat produktivitas pertanian nasional.

Melalui kombinasi strategi produksi, inovasi teknologi, dan pendekatan berbasis alam, Pupuk Indonesia menjaga stabilitas industri pupuk sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. (PtrA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *