Rumput Odot & Indigofera: Rahasia Pakan Murah Ternak Ruminansia

Petikhasil.id, BANDUNG — Ketika harga pakan konsentrat terus melonjak, para peternak sapi dan kambing kini mulai kembali ke sumber pakan alami hijauan. Dua tanaman yang belakangan mencuri perhatian adalah rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) dan Indigofera zollingeriana, keduanya dikenal karena produktivitas tinggi dan kadar proteinnya yang menyaingi pakan pabrikan.

Hijauan Super di Lahan Sempit

Rumput odot tumbuh cepat dengan tinggi 1–2 meter, bisa dipanen tiap 45 hari sekali, dan menghasilkan 250–300 ton per hektare per tahun. Kandungan proteinnya mencapai 11–13 persen lebih tinggi dari rumput gajah biasa. Sedangkan Indigofera, tanaman leguminosa dengan daun hijau keunguan, mampu menyumbang protein kasar hingga 27 persen dan kaya mineral kalsium serta fosfor.

Berita Lainya: Pemerintah Dorong Penggemukan Sapi Lokal untuk Tingkatkan Ketersediaan Ternak | Kisah perjalanan Syaiful dari pegawai swasta hingga sukses membangun Rayyan Farm.

Menurut Balai Penelitian Ternak (Balitnak), kombinasi pola tanam strip cropping menanam odot dan indigofera berselang-seling dapat menjaga suplai hijauan sepanjang tahun dan meningkatkan efisiensi pakan hingga 30 persen.

Petani di Bandung Selatan membuktikan sistem ini menekan biaya pakan sapi hingga Rp600 ribu per bulan tanpa mengurangi bobot harian ternak. “Indigofera jadi suplemen, odot jadi pengenyang, hasilnya daging tetap padat,” ujar Rahmat, peternak asal Ciwidey.

Dengan produktivitas tinggi, keduanya kini disebut-sebut sebagai “emas hijau” pakan ternak masa depan murah, bergizi, dan ramah lingkungan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *