Bulog Salurkan 3.695 Ton Jagung SPHP untuk Tekan Harga Pakan Peternak

Petikhasil.id, JAKARTA — Perum Bulog mencatat penyaluran jagung dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai 3.695 ton hingga 9 Oktober 2025. Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga pakan tetap stabil dan membantu para peternak di tengah fluktuasi pasar.

Pemerintah sendiri telah menyiapkan anggaran Rp78 miliar untuk menyalurkan jagung SPHP sebanyak 52.400 ton hingga awal Desember 2025. Program ini ditujukan bagi peternak layer mandiri dan peternak rakyat agar biaya produksi tidak membebani mereka.

Distribusi Jagung SPHP dan Kendala Lapangan

Sekretaris Perusahaan Bulog, Arwakhudin Widiarso, menyebutkan bahwa penyaluran terbanyak terjadi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung. Namun, masih ada kendala teknis di lapangan. “Kendala utama adalah waktu yang terbatas serta stok yang sebagian besar berada di daerah produsen. Saat ini proses pergeseran stok sedang dilakukan,” ujar Arwakhudin, atau akrab disapa Wiwiet, Rabu (15/10/2025).

Berita Lainya: Kenaikan Harga Jagung Berisiko Ancam Program MBG | Jagung Jadi Pilar Ketahanan Pangan Indonesia

Meski demikian, Bulog terus mempercepat perpindahan stok dari sentra produksi menuju gudang di wilayah peternak sasaran. Harga jagung SPHP sendiri dijual Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Sasaran dan Persebaran Program

Program ini menargetkan 2.109 peternak di seluruh Indonesia, sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 9046/KPTS/PK.240/F/09/2025. Penerimanya terdiri dari 192 peternak mikro, 1.693 peternak kecil, dan 224 peternak menengah.

Distribusi penerima tersebar di 16 provinsi, antara lain Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi Selatan.
Dengan cakupan luas ini, pemerintah berharap dampak penurunan harga pakan dapat terasa merata.

Dampak terhadap Harga Telur dan Daging Ayam

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Agung Suganda, menilai penyaluran jagung SPHP memberi efek psikologis positif bagi pasar. Menurutnya, harga pakan yang lebih terjangkau akan membantu menekan harga telur dan daging ayam.

“Saya yakin harga jagung bisa segera stabil. Sebanyak 52.400 ton akan digelontorkan dengan harga Rp5.500 per kilogram. Ini tentu akan berpengaruh terhadap pasar,” ujar Agung dalam acara Launching Penyaluran SPHP Jagung 2025 di Kantor Bapanas, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

Agung menambahkan, verifikasi penerima tetap harus hati-hati agar data valid dan tepat sasaran. “Semua peternak berada di bawah koperasi, jadi data harus akurat untuk kelancaran penyaluran,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *