Petikhasil.id, JAKARTA — Perum Bulog melaporkan penyaluran beras dalam program Stabilitasai Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah menembus lebih dari 500.000 ton per hari ini, Kamis (16/10/2025).
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan pihaknya terus bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk menyalurkan beras SPHP di seluruh wilayah Indonesia.
“Beras SPHP yang sampai dengan hari ini sudah tembus lebih dari 500.000 ton. Per hari kami jual SPHP ke pasar sekitar 5.000 hingga 6.000 ton per hari. Alhamdulillah ini berkat sinergi dari seluruh stakeholder,” ujarnya dalam acara Agri Food Summit 2025 di Menara Bank Mega, Kamis (16/10/2025).
Peningkatan penyaluran tersebut terus terjadi. Per 13 Oktober 2025, Perum Bulog telah menyalurkan beras SPHP sebanyak 492.500 ton.
Berita Lainya: Bulog Dapat Tugas Serap Gabah Pada Semester II/2025 | Rahasia agar Gabah Petani Bisa Diserap Bulog dengan Harga Maksimal
Penyaluran yang dilakukan pun tidak terbatas hanya melalui pasar. Rizal mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya memiliki tujuh sarana penyaluran beras murah dari Perum Bulog.
Mulai dari pengecer di pasar, Koperasi Desa Merah Putih, TNI/Polri, retail modern, Rumah Pangan Kita (RPK), PT Pupuk Indonesia, dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN).
“Teman-teman TNI/Polri sampai jualan di pasar-pasar ataupun di tempat-tempat keramaian. Seperti kalau teman-teman lari di car free day setiap minggu itu di HI itu pasti ada yang jualan. Sampai seperti itu kami lakukan,” tambah Rizal.
Sebelumnya, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto menyampaikan kinerja positif program SPHP diikuti dengan tren penurunan harga beras di berbagai daerah.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perkembangan Harga (IPH) Minggu ke II Oktober 2025 tercatat penurunan harga beras di 190 kota/kabupaten di seluruh Indonesia.
Rata-rata penyaluran SPHP mencapai 40.000-50.000 ton per bulan, dengan porsi distribusi terbesar di pasar tradisional (60%), ritel modern (20%), serta program intervensi langsung dan penyaluran khusus (20%).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Perum Bulog untuk menghadirkan beras SPHP di lebih banyak titik penjualan agar mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk di kawasan urban.
Perum Bulog juga terus memastikan bahwa kualitas beras SPHP selalu dalam kondisi baik. Proses penyimpanan dilakukan dengan sistem rotasi stok dan reprocessing guna menjaga mutu.
“Setiap butir beras SPHP yang sampai ke tangan masyarakat sudah melalui pengecekan kualitas secara rutin. Kami juga terus memperbaiki sistem logistik agar rantai pasok lebih efisien,” jelas Suyamto.***






