Petikhasil.id, JAKARTA — Pemerintah berencana mencetak sawah baru seiring masih melambungnya harga beras di zona 3 atau kawasan timur Indonesia, alias masih tercatat tinggi di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Mengacu pada Panel Harga Badan Pangan Nasioanl (Bapanas), Senin (20/10/2025) pukul 13.56 WIB, rata-rata harga beras premium di zona 3 mencapai Rp19.371 per kilogram di tingkat konsumen. Padahal, HET beras premium di zona 3 semestinya adalah Rp15.800 per kilogram.
Kondisi serupa juga terjadi pada rata-rata harga beras medium di zona 3 yang melampaui HET alias dibanderol di level Rp16.500 per kilogram di tingkat konsumen. HET beras medium di zona 3 ditetapkan sebesar Rp15.500 per kilogram.
Berita Lainya: Ciptagelar, Desa di Atas Awan yang Menjaga Tradisi dan Alam Sekaligus | Padi Gogo: Terobosan IPB University untuk Produktivitas Lahan Kering
Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menuturkan solusi jangka panjang terhadap mahalnya harga beras di wilayah timur adalah dengan meningkatkan kapasitas produksi lokal melalui pencetakan sawah baru.
“Solusi permanen itu gubernurnya sudah datang, cetak sawah. Ada satu gubernur minta 20.000 tahun depan, saya katakan tahun ini pun ada. Tapi mintanya tahun depan, mungkin Januari, itu solusi permanen. Jadi ini adalah semacam ad hoc, sementara,” kata Amran dalama konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (20/10/2025).
Amran menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar seluruh wilayah Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan pangan dari daerah lain alias swasembada, termasuk beras hingga minyak goreng.
“Arahan Bapak Presiden, semua pulau-pulau, swasembada beras, swasembada nantinya minyak goreng, protein, dan seterusnya. Sehingga biaya yang ngangkut itu tidak ditanggung biaya setempat,” terangnya.
Dia mencontohkan bahwa Kalimantan sudah berhasil mewujudkan mandiri pangan. Padahal sebelumnya, wilayah ini bergantung pada Surabaya dan Sulawesi Selatan.
Untuk itu, ke depan, pemerintah akan membangun cetak sawah di Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.
“Tinggal kami kejar lagi, bangun cetak sawah, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Total seluruh Indonesia tahun depan 225.000 hektare bisa jadi bertambah untuk daerah Papua. Tapi daerah khusus yang kita, food estate itu bisa 200.000 hektare tahun depan di Merauke. Jadi totalnya bisa 400.000 hektare,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa harga beras di zona 1 dan zona 2 relatif terkendali. Meski begitu, hanya satu provinsi di masing-masing zona yang harganya masih di atas HET. Kondisinya berbeda dengan zona 3 yang hingga saat ini masih membutuhkan perhatian khusus.
“Mungkin yang memang perlu kita garap secara ketus adalah di wilayah zona 3 atau wilayah timur yang memang butuh dukungan untuk masalah biaya logistik agar harga bisa sama,” terang Sigit.
Dari total 59 kabupaten/kota yang sebelumnya melaporkan harga di atas HET, saat ini tinggal 20 kabupaten yang masih mencatatkan harga tinggi. Bahkan, terdapat 4 kabupaten yang mengalami kenaikan harga, namun masih berada di bawah HET.***






