Petikhasil.id, – “Jangan makan durian bareng kopi, bisa pingsan! Durian itu panas, bisa bikin tekanan darah naik!” Pernah dengar kalimat seperti itu? Durian memang dikenal sebagai buah lezat yang penuh mitos.
Dari zaman dulu hingga sekarang, banyak orang masih mempercayai berbagai pantangan soal durian mulai dari larangan dikonsumsi bersama susu, kopi, hingga alkohol. Tapi, seberapa benar sih mitos-mitos itu kalau dilihat dari sisi ilmiah? Berikut ulasan mitos dan fakta durian yang perlu kamu tahu sebelum menikmati si Raja Buah ini.
1. Mitos: Durian Tidak Boleh Dimakan Bersama Kopi atau Susu
Ini adalah mitos paling populer. Banyak yang percaya bahwa mencampur durian dengan kopi atau susu bisa menyebabkan pusing, mual, bahkan kematian.
Faktanya: Belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan kombinasi durian dan kopi/susu berbahaya bagi orang sehat. Menurut penelitian dari National University of Singapore, durian memang mengandung senyawa sulfur yang dapat memperlambat kerja enzim hati (aldehyde dehydrogenase).
Artinya, bila dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, proses detoksifikasi tubuh melambat ini bisa berbahaya. Namun, untuk kopi atau susu, efeknya tidak signifikan. Durian + kopi bisa bikin deg-degan karena keduanya sama-sama merangsang sistem metabolisme, tapi bukan berarti beracun. Jadi aman, asal jangan berlebihan.
2. Mitos: Durian Menyebabkan Tekanan Darah Naik
Banyak orang dengan hipertensi takut makan durian karena dianggap “buah panas”.
Faktanya: Durian tidak secara langsung meningkatkan tekanan darah. Kandungan kalium pada durian justru dapat membantu menstabilkan tekanan darah dalam batas normal.
Yang perlu diwaspadai adalah kalorinya tinggi sekitar 147 kalori per 100 gram dan mengandung gula alami (fruktosa) yang tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, bisa memicu kenaikan gula darah dan berat badan, yang kemudian berdampak pada tekanan darah.
Jadi, untuk penderita hipertensi, boleh makan durian, tapi cukup 2–3 potong kecil saja.
3. Mitos: Durian Tidak Boleh Dimakan Bersamaan dengan Alkohol
Nah, ini bukan mitos – tapi fakta ilmiah. Senyawa sulfur pada durian memang dapat menghambat kerja enzim hati yang berfungsi memecah alkohol. Akibatnya, racun dalam tubuh bisa menumpuk dan menyebabkan mual, muntah, detak jantung cepat, hingga pingsan. Beberapa kasus keracunan durian yang viral di Asia Tenggara disebabkan kombinasi ini.
Jadi, durian + alkohol = bahaya nyata. Kalau kamu ingin menikmati durian, pastikan tidak minum alkohol minimal 24 jam sebelumnya.
Baca lainnya: Tips Sukses Menanam Durian ala Ariyanto AA Kadu, Pastikan Tumbuh 20 Cm Tiap 3 Bulan | Ini Daerah Penghasil Durian Terbaik di Indonesia Beserta Ciri Khas Rasanya
4. Mitos: Durian Itu “Buah Panas”
Istilah “panas” di sini bukan soal suhu, tapi efek setelah dikonsumsi. Banyak orang merasa tubuhnya hangat setelah makan durian, lalu menganggapnya sebagai “buah panas”.
Faktanya: Reaksi itu muncul karena durian mengandung gula sederhana dan lemak nabati yang tinggi.
Saat dicerna, tubuh menghasilkan energi lebih banyak inilah yang menimbulkan sensasi hangat. Jadi, durian memang bikin tubuh terasa hangat, tapi bukan berarti berbahaya. Untuk menyeimbangkannya, kamu bisa minum air putih hangat atau makan buah berair seperti semangka setelahnya.
5. Mitos: Durian Tidak Baik untuk Kesehatan
Ini juga tidak sepenuhnya benar. Durian justru punya banyak manfaat ilmiah:
- Kaya vitamin C dan B kompleks
- Mengandung serat tinggi untuk pencernaan
- Punya antioksidan alami yang membantu melawan radikal bebas
Bahkan penelitian menunjukkan durian mengandung tryptophan, zat yang bisa membantu meningkatkan mood dan kualitas tidur.
Yang penting adalah porsi dan frekuensi. Durian tetap sehat bila dikonsumsi sewajarnya sekitar 100–150 gram per hari untuk orang dewasa sehat.






