Petikhasil.id, – Di Indonesia, nama ikan mas mungkin terdengar biasa. Tapi di balik sisik keemasan dan gerakannya yang anggun di air, ikan ini menyimpan banyak cerita — dari mitos keberuntungan hingga kepercayaan spiritual yang diwariskan turun-temurun.
Tidak hanya di Nusantara, di berbagai belahan dunia seperti Tiongkok dan Jepang, ikan mas juga dipandang sebagai simbol rezeki, kesuksesan, dan umur panjang. Namun di sisi lain, ada juga mitos yang berkembang bahwa ikan mas bisa membawa sial, atau bahkan dianggap makhluk mistis tertentu.
Lalu, mana yang benar dan mana yang hanya cerita turun-temurun? Berikut ulasan mitos dan fakta tentang ikan mas
1. Mitos: Ikan Mas Membawa Keberuntungan dan Rezeki
Banyak masyarakat, terutama keturunan Tionghoa, percaya bahwa memelihara ikan mas di rumah bisa menarik keberuntungan dan rezeki. Dalam budaya Feng Shui, ikan mas (khususnya ikan koi yang masih satu keluarga) melambangkan kemakmuran dan kekuatan hidup.
Di beberapa rumah, ikan mas sering ditempatkan di akuarium atau kolam kecil di depan rumah agar energi positif mengalir lancar. Bahkan, angka jumlah ikan dalam kolam pun dianggap penting — misalnya, memelihara 8 ekor ikan mas dipercaya membawa kemakmuran (karena angka 8 dalam bahasa Mandarin berarti “kemakmuran”).
💡 Fakta:
Tidak ada bukti ilmiah bahwa ikan mas benar-benar membawa keberuntungan dalam arti materi. Namun, secara psikologis, memelihara ikan dapat memberikan efek ketenangan, mengurangi stres, dan memperindah suasana rumah.
Penelitian dari National Institute of Health (NIH, 2021) menyebutkan bahwa melihat gerakan ikan di air dapat menurunkan tekanan darah dan detak jantung — efek positif ini bisa jadi alasan mengapa banyak orang merasa “lebih beruntung” setelah memelihara ikan mas.
2. Mitos: Ikan Mas Bisa Menyerap Energi Negatif di Rumah
Sebagian masyarakat Jawa dan Sunda percaya bahwa ikan mas yang mati mendadak tanpa sebab adalah tanda bahwa ikan tersebut telah menyerap energi negatif atau kesialan yang seharusnya menimpa pemiliknya. Karena itu, kematian ikan sering dianggap sebagai bentuk “pengorbanan” alami dari hewan peliharaan tersebut.
💡 Fakta:
Secara ilmiah, ikan mas sangat sensitif terhadap perubahan suhu air, kualitas oksigen, dan kadar amonia. Jika air kotor, pH tidak seimbang, atau oksigen rendah, ikan bisa mati mendadak — bukan karena energi mistis, melainkan faktor biologis dan lingkungan.
Jadi, jika ikan mas mati mendadak, penyebabnya kemungkinan besar adalah kualitas air, bukan energi negatif.
Baca lainnya: Waduk Saguling Tak Boleh Tambah Keramba, Petani Ikan Terjepit Aturan Baru
3. Mitos: Ikan Mas Berwarna Emas Selalu Lebih Beruntung
Beberapa orang memilih ikan mas dengan warna kuning keemasan karena diyakini membawa kekayaan dan kemakmuran, sementara ikan dengan warna pucat dianggap “kurang hoki”.
Di beberapa budaya, warna emas melambangkan sinar matahari, kekuasaan, dan kemakmuran. Bahkan, ikan mas jenis tertentu seperti Koki Oranda dan Comet Goldfish sering dijadikan simbol status sosial karena harganya yang tinggi dan tampilannya yang mewah.
💡 Fakta:
Warna ikan mas ditentukan oleh pigmen alami (karotenoid dan melanin) dalam tubuhnya.
Jadi, warna emas pada ikan mas memang menarik secara estetika, tapi tidak berpengaruh terhadap keberuntungan atau nasib pemiliknya.
Namun, perawatan ikan dengan baik memang bisa “menarik rezeki” secara tidak langsung — karena menunjukkan tanggung jawab dan konsistensi dalam kehidupan.
4. Mitos: Tidak Boleh Makan Ikan Mas yang Dipelihara Sendiri
Dalam sebagian masyarakat pedesaan di Jawa Barat dan Sumatera, ada kepercayaan bahwa ikan mas yang dipelihara di rumah tidak boleh dimakan sendiri, karena bisa membawa sial atau “menyantap rezeki sendiri.”
Biasanya ikan mas hasil peliharaan diberikan kepada orang lain atau dijual saja.
💡 Fakta:
Kepercayaan ini lebih bersifat simbolik, bukan biologis. Tidak ada kandungan zat berbahaya pada ikan mas yang dipelihara di rumah selama air dan pakannya bersih.
Namun secara budaya, larangan ini justru mencerminkan nilai gotong royong dan berbagi rezeki. Memberikan ikan hasil peliharaan kepada orang lain dianggap membawa berkah — bukan karena mistis, tapi karena nilai sosialnya yang kuat.
5. Mitos: Ikan Mas Hidup Abadi dan Bisa Tumbuh Tak Terbatas
Mitos ini banyak beredar di kalangan penghobi ikan hias. Ada yang percaya bahwa jika dibiarkan di kolam luas, ikan mas akan tumbuh sebesar tubuh manusia dan tidak akan mati kecuali dibunuh.
💡 Fakta:
Ikan mas tidak hidup abadi dan rata-rata berumur 10–15 tahun dalam kondisi ideal. Ukurannya bisa besar, tapi tidak tanpa batas.
Beberapa spesies ikan mas hias memang bisa tumbuh hingga panjang 50–60 cm, tetapi tidak akan melebihi batas biologisnya.
Baca lainnya: Waduk Bukan Sekadar Air, Tapi Kehidupan Potret Sosial di Balik Jaring Apung
6. Mitos: Ikan Mas Bisa Membawa Mimpi Baik atau Pertanda Spiritual
Beberapa kepercayaan lama mengaitkan munculnya ikan mas dalam mimpi dengan datangnya rezeki atau keberuntungan besar.
Dalam tafsir mimpi tradisional Tionghoa, melihat ikan mas berenang bebas di air jernih menandakan kebahagiaan, sementara ikan mas mati bisa berarti peringatan akan kehilangan rezeki.
💡 Fakta:
Secara psikologis, mimpi tentang ikan sering dikaitkan dengan perasaan tenang, keseimbangan emosional, atau peluang baru.
Menurut psikolog Carl Jung, ikan dalam mimpi melambangkan alam bawah sadar dan potensi diri yang belum tergali.
Jadi, mimpi tentang ikan mas bisa diartikan secara positif — bukan karena mistis, tapi karena refleksi dari kondisi batin yang stabil dan harapan akan kemakmuran.






