Petikhasil.id, SEMARANG – Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pertemuan strategis untuk mengantisipasi momen Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Dalam pertemuan itu, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong pentingnya strategi manajemen stok pertanian untuk mempersiapkan diri terhadap potensi kenaikan kebutuhan pangan saat Nataru.
Salah satu langkah yang coba didorong Ngarsa Dalem adalah dengan melakukan pemetaan daerah-daerah dengan surplus produksi pertanian.
“Langkah ini penting agar kelebihan pasokan tidak menyebabkan penurunan harga akibat stok yang berlebih di pasaran,” kata Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, dikutip Senin (24/11/2025).
Ketersediaan dan penyaluran sisa stok produksi pertanian juga menjadi langkah strategis yang perlu dilakukan.
Sri Sultan berharap tidak ada stok hasil pertanian yang menumpuk atau tertinggal saat memasuki musim panen berikutnya.
Sri Darmadi Sudibyo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DI Yogyakarta, melanjutkan bahwa optimalisasi value chain, perluasan Kerjasama Antar Daerah (KAD), serta penguatan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menjadi langkah tindak lanjut yang perlu diambil.
“Diperlukan penguatan sinergi antarlembaga dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan, khususnya mengingat peran DIY sebagai kota pariwisata yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi pangan,” kata Sudibyo.
Berita Lainya: Prabowo Siapkan Rp5 Triliun Bangun Gudang dan RMU Untuk Serap Gabah | Rahasia agar Gabah Petani Bisa Diserap Bulog dengan Harga Maksimal
Sudibyo melanjutkan bahwa pantauan pasar secara periodik, penguatan kapasitas produsen komoditas pangan strategis lokal, serta perhitungan kebutuhan pangan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait perlu dilakukan untuk mengantisipasi masuknya periode Nataru.
Dalam hal ini, proyeksi kedatangan wisatawan di akhir tahun perlu menjadi pokok pertimbangan lantaran secara historis kerap mendorong permintaan kebutuhan.
OPD di DIY juga didorong untuk melakukan penguatan kelancaran distribusi sembari mendorong hilirisasi pangan berkelanjutan.
“Seluruh OPD perlu mendorong optimalisasi peran offtaker lokal termasuk menciptakan linkage kemitraan dengan industri,” kata Sudibyo dalam siaran pers.***






