Sekam Basah, Batuk Ayam, dan 70 Persen Kunci Sukses Kesehatan Kandang

Petikhasil.id, CIREBON — Di Ken Farm, kesehatan ayam tidak hanya ditentukan oleh obat atau teknologi kandang, melainkan oleh satu hal yang sering diremehkan: sekam. Peternak setempat menyebutnya fondasi kenyamanan ayam, sebab dari tekstur, kelembapan, hingga aromanya, semua bisa menentukan apakah populasi akan tumbuh sehat atau malah terserang penyakit.

CRD yang oleh peternak dikenal sebagai “cekrek” menjadi penyakit yang paling sering muncul ketika kelembaban kandang naik. Ayam terdengar seperti batuk kecil, bergerak kurang lincah, dan cenderung menepi. Peternak senior di Ken Farm mengingat betul bagaimana penyakit ini mudah masuk hanya karena sekam terlambat diganti. Sekali kandang terlalu lembap atau basah, bakteri dan jamur menjadi cepat aktif, memicu iritasi saluran pernapasan. Ia menggambarkan sekam sebagai “70 persen penentu berhasil tidaknya satu siklus”.

Berita Lainya: Dari Bisnis Pestisida ke Peternakan Ayam, Perjalanan Ken Farm Cirebon yang Inspiratif | Lima Menit Mati Listrik, Satu Kandang Ayam Bisa Rontok Total

Di sisi lain, serangan koli pun mengintai. Berbeda dengan CRD yang menyerang pernapasan, koli merusak pencernaan. Ayam tampak pucat, organ hati dan ampela tidak lagi berwarna normal, dan daging menjadi kemerahan. “Kalau sudah kena koli, pembeli biasanya menolak,” ujar salah satu mandor Ken Farm. Itulah sebabnya kualitas air menjadi prioritas harian. Air minum disterilkan menggunakan klorin, dicek tiap hari agar tidak terlambat menetes ke pipa.

Biosekuriti berjalan ketat. Setiap orang yang masuk kandang disemprot disinfektan, tidak peduli mandor, teknisi, atau pekerja harian. Suhu kandang dijaga agar tidak terlalu pengap, sebab kurangnya sirkulasi membuat ayam stres dan menjadi sasaran empuk berbagai penyakit. Kepadatan juga dihitung ketat sekitar empat belas ekor per meter persegi agar ayam dapat bergerak, makan, dan bernafas tanpa berebut.

Pelajaran paling besar dari Ken Farm sederhana namun penting ayam tidak bisa bicara, tapi mereka selalu memberi tanda. Sekam yang lembap adalah alarm pertama. Perubahan napas adalah alarm berikutnya. Dan di antara keduanya, disiplin manusia menentukan apakah satu kandang akan tumbuh sehat atau justru gagal total. (Vry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *