Petikhasil.id, KAB TASIKMALAYA – Di tengah mahalnya harga bibit durian premium, kebun AA Kadu di Tasikmalaya justru melakukan hal tak biasa.
Alih-alih menjual seluruh bibit hasil pembibitan, Ariyanto, pemilik kebun durian AA Kadu, memilih untuk membagikan sebagian bibit durian secara gratis kepada warga sekitar. Langkah ini bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tapi juga strategi cerdas membangun rasa kebersamaan dan keamanan lingkungan.
Bibit Gratis, Niat Baik dari Kebun Durian Premium
Program bagi-bagi bibit durian ini sudah dimulai sejak awal 2024. Setiap rumah di sekitar kebun AA Kadu di kawasan Lehong, Tasikmalaya, menerima minimal satu pohon bibit durian. Varietas yang dibagikan pun bukan sembarangan Duri Hitam, salah satu jenis durian unggulan yang dikenal dengan rasa manis legit dan daging tebal.
“Targetnya sederhana, satu rumah satu pohon durian. Kalau nanti semua berbuah, warga bisa ikut menikmati hasilnya,” ujar Ariyanto, saat ditemui di kebunnya.
Di balik niat berbagi, ada strategi sosial yang menarik. Ariyanto menyebut langkah ini sebagai “pagar sosial” bentuk keamanan berbasis kebersamaan. Dengan warga sekitar ikut memiliki pohon durian, mereka secara otomatis ikut menjaga lingkungan kebun.
“Kalau tetangga punya durian juga, mereka ikut merasa memiliki. Jadi gak ada yang iri, gak ada yang kepikiran maling ke kebun,” katanya sambil tersenyum.
Hasilnya nyata. Selama beberapa tahun terakhir, kebun AA Kadu tidak pernah mengalami kehilangan buah atau gangguan keamanan. Warga sekitar justru ikut membantu menjaga dan melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan.
Baca lainnya: AA Kadu Jadi Pusat Magang Petani Durian dari Berbagai Daerah | Kunci Kualitas AA Kadu: SDM Siaga 24 Jam Lawan Hama dan Penyakit Durian
Dari Sedekah Oksigen ke Pemberdayaan Ekonomi
Program berbagi bibit ini tidak hanya berdampak pada keamanan, tapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. Saat durian mulai berbuah, warga bisa menjual hasilnya atau mengonsumsinya sendiri. Selain itu, pohon durian juga berfungsi sebagai penyerap karbon alami, memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan.
“Menanam durian itu bukan cuma soal panen uang, tapi juga sedekah oksigen. Pohon yang tumbuh akan memberi manfaat jangka panjang,” jelas Ariyanto.
Bagi warga sekitar, langkah AA Kadu ini menjadi inspirasi. Mereka belajar bahwa pertanian tidak hanya soal hasil panen, tapi juga tentang membangun hubungan sosial yang sehat antara petani dan komunitas.
Kolaborasi dengan Masyarakat Sekitar
Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kebun tidak berhenti pada penerimaan bibit. AA Kadu juga memberdayakan warga sekitar untuk bekerja di kebun, terutama saat musim tanam dan panen. Beberapa kegiatan sosial rutin, seperti penyembelihan hewan kurban bersama atau bagi-bagi durian saat panen raya, dilakukan untuk mempererat hubungan.
“Yang kerja di kebun juga orang sekitar. Kalau panen, mereka yang pertama kita kasih tester durian,” kata Ariyanto.
Inilah cara sederhana namun bermakna yang dilakukan AA Kadu untuk menumbuhkan rasa gotong royong di pedesaan.






