Petikhasil.id, KAB TASIKMALAYA – Di balik harum dan legitnya durian premium dari AA Kadu Tasikmalaya, ada kerja keras tim kecil yang berdedikasi tinggi. Mereka bukan sekadar pekerja kebun, tapi penjaga kualitas durian Indonesia yang rela turun tangan kapan pun — bahkan di luar jam kerja — demi menjaga pohon tetap sehat dan produktif.
Durian Tak Mengenal Jam Kantor
Berbeda dengan pekerjaan lain yang bisa diatur waktu kerja tetap, merawat durian justru menuntut kesiapan penuh waktu. Menurut Ariyanto, pemilik Kebun Durian AA Kadu, hama dan penyakit bisa datang kapan saja, bahkan saat malam hari atau dini hari.
“Hama itu gak kenal jam kerja. Kadang datang jam lima sore, kadang subuh. Jadi, kalau cuma kerja jam tujuh sampai jam empat, pohonnya gak akan bagus,” ujar Ariyanto.
Kesadaran inilah yang membuat sistem kerja di AA Kadu berbeda. Para pekerja tidak dibatasi waktu kerja kaku, melainkan diberikan tanggung jawab penuh terhadap kondisi kebun. Jika ada serangan hama atau penyakit, mereka langsung bertindak cepat tanpa menunggu instruksi formal.
Baca lainnya: Petani Digital: Hidroponik Jadi Bisnis Menguntungkan di Era Media Sosial
Durian adalah tanaman yang rentan terhadap berbagai jenis hama dan penyakit, terutama kutu daun dan jamur batang. Namun, di AA Kadu, langkah pencegahan dilakukan sejak dini melalui pengawasan rutin dan perawatan berkala.
“Setiap pagi dan sore, kita keliling kebun untuk cek daun dan batang. Kalau ada tanda-tanda aneh, langsung diatasi,” jelas Aryanto.
Pendekatan proaktif ini terbukti efektif. Tingkat kematian pohon di kebun AA Kadu hanya sekitar lima persen, angka yang termasuk sangat rendah untuk skala perkebunan durian besar.
Selain itu, kebun juga menerapkan rotasi pupuk dan perawatan akar agar tanah tetap sehat dan tahan jamur.
Budaya Kerja: Kebersamaan di Atas Segalanya
Kekuatan utama AA Kadu bukan hanya pada teknologi dan sistemnya, tapi pada rasa kebersamaan antarpekerja. Ariyanto memperlakukan timnya bukan sekadar karyawan, melainkan bagian dari keluarga kebun.
Mereka ikut dilibatkan dalam setiap proses mulai dari pembibitan, pemupukan, hingga panen.
Saat musim panen tiba, para pekerja juga mendapat kesempatan mencicipi durian hasil kerja mereka sendiri. “Biar semua merasa punya. Karena kalau kebun ini tumbuh, artinya rezeki kita tumbuh bareng,” ujar Ariyanto.
Pendekatan humanis ini menciptakan loyalitas tinggi di antara pekerja. Banyak dari mereka sudah bekerja sejak awal kebun berdiri dan tetap setia hingga sekarang.






