Petikhasil.id, BANDUNG — Hidup di apartemen bukan alasan untuk berhenti bercocok tanam. Kini tren aquaponik balkon sedang naik daun di kota-kota besar, termasuk Bandung. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem air tertutup ikan memberi pupuk alami dari limbahnya, sementara tanaman menyaring air agar tetap bersih.
Pertanian Mini di Tengah Kota
Menurut Kementerian Pertanian, konsep urban farming ini bisa menekan kebutuhan air hingga 80% dibanding sistem konvensional. Dengan ember 100 liter, pompa kecil, dan talang PVC, penghobi sudah bisa memelihara 20 ekor lele serta menanam 10–15 rumpun sawi atau selada.
Berita Lainya: Mengapa Orang Jepang Jarang Konsumsi Ikan Air Tawar? Kisah Nila & Mujair di Indonesia | Mengenal Perbedaan Sayuran Hidroponik dan Konvensional: Apakah Lebih Sehat?
Biaya awal pembuatan sistem sederhana ini hanya sekitar Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Dalam waktu dua bulan, sawi bisa dipanen, sedangkan lele siap konsumsi dalam tiga bulan. “Kuncinya menjaga keseimbangan pH dan oksigen,” ujar Aldi, praktisi aquaponik di Bandung.
Aquaponik bukan hanya soal panen, tapi juga terapi bagi warga kota yang haus hijau. Ruang balkon pun bisa berubah jadi taman produktif yang menyehatkan tubuh dan pikiran.***






