BEEF Ekspansi ke Bisnis Susu & Peternakan Kerbau

Petikhasil.id, JAKARTA — PT Estika Tata Tiara Tbk. (BEEF) memperluas lini bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha baru di sektor peternakan sapi perah, kerbau potong, serta perdagangan besar produk susu dan binatang hidup. Langkah ekspansi ini diharapkan memperkuat posisi perseroan sebagai pemain terintegrasi di industri protein hewani nasional.

Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada Selasa (11/11/2025), BEEF menyampaikan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 14 November 2025 di Subang, Jawa Barat.

Penambahan kegiatan usaha meliputi lima klasifikasi baru, yakni KBLI 01412 (pembibitan dan budidaya sapi perah), KBLI 01413 (pembibitan dan budidaya kerbau potong), KBLI 46205 (perdagangan besar binatang hidup), KBLI 46326 (perdagangan besar susu dan produk susu), dan KBLI 52101 (pergudangan dan penyimpanan).

Perseroan menyiapkan total investasi sebesar Rp319,37 miliar untuk ekspansi tersebut, dengan komposisi pendanaan 60% dari pinjaman bank dan 40% modal sendiri. Adapun dana ini akan digunakan untuk pengembangan fasilitas produksi, budidaya ternak, serta sistem penyimpanan berpendingin (cold storage).

Estika Tata Tiara atau yang dikenal lewat merek Kibif menegaskan ekspansi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan memperluas portofolio produk olahan daging dan susu.

“Dengan terus meningkatkan efisiensi, inovasi produk, dan jaringan distribusi, Perseroan menargetkan menjadi pemimpin dalam industri daging olahan nasional,” tulis manajemen BEEF, Selasa (11/11/2025).

Berita Lainya: RI Masih Impor Sapi untuk Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri | OJK Kembangkan Digitalisasi Ekosistem Sapi Perah di Malang

Berdasarkan laporan keuangan tidak diaudit per Juni 2025, BEEF mencatat pendapatan Rp3,45 triliun dengan laba bersih Rp73,7 miliar, menandakan kelanjutan tren pemulihan setelah sempat merugi pada periode 2020–2022. Total aset per Juni 2025 mencapai Rp2,01 triliun, sedangkan ekuitas naik menjadi Rp335,7 miliar.

Penunjukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sih Wiryadi dan Rekan menunjukkan bahwa rencana ekspansi dinilai layak secara finansial dan operasional. Dalam studi kelayakan, KJPP memperkirakan kegiatan baru BEEF dapat menghasilkan laba bersih tahunan hingga Rp120,6 miliar pada 2028 dengan tingkat diskonto wajar di industri food processing sebesar 9,52%.

Perseroan menegaskan sumber daya manusia dan infrastruktur yang dimiliki telah memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha tambahan ini, termasuk 77 personel berpengalaman di bidang peternakan dan pengolahan hasil ternak.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *