Petikhasil.id, BANDUNG — Di balik keindahannya yang anggun, anggrek menyimpan sejarah panjang yang melintasi zaman. Bunga yang dikenal sebagai Orchidaceae ini telah tumbuh di bumi sejak 80 juta tahun lalu dan kini menjadi salah satu famili tanaman berbunga terbesar di dunia, dengan lebih dari 25.000 spesies alami.
Indonesia adalah salah satu surga anggrek dunia. Data LIPI (BRIN) menyebutkan terdapat lebih dari 5.000 jenis anggrek asli Indonesia, tersebar dari Sumatra hingga Papua. Beberapa di antaranya bahkan menjadi simbol nasional, seperti Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) yang dijuluki Puspa Pesona Indonesia.
Berita Lainya: Bonsai sebagai Tabungan Hidup: Bagaimana Asep Bertahan di Masa Sulit | Rahasia Tanaman Bunga Telang: Dari Pewarna Alami Hingga Obat Herbal
Menariknya, nama anggrek berasal dari bahasa Yunani kuno orchis, yang berarti “testis” merujuk pada bentuk umbi akar anggrek tanah. Dalam budaya Asia, anggrek dianggap simbol kesucian, keanggunan, dan ketekunan.
Anggrek pernah jadi bagian penting dalam perdagangan botani kolonial. Pada abad ke-19, kolektor Eropa berebut bibit anggrek dari Asia Tenggara, hingga muncul istilah orchid fever demam anggrek.
Kini, nilai ekspor anggrek Indonesia terus tumbuh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor tanaman hias (termasuk anggrek) mencapai Rp120 miliar pada 2024, dengan pasar utama Jepang, Singapura, dan Belanda.
“Anggrek bukan sekadar bunga, tapi warisan genetik Nusantara yang bernilai ekonomi dan budaya,” tulis BRIN dalam Orchid Diversity Indonesia Report 2023.






